alexametrics

Pemkot Malang Pastikan Tak Ada Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

24 November 2021, 16:04:53 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, pastikan vaksin Covid-19 yang digunakan untuk percepatan vaksinasi di kota itu dalam kondisi baik dan tidak ada yang kedaluwarsa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, hingga saat ini, tidak ada vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa, seiring dengan pencapaian vaksinasi yang terus meningkat. ”Tidak ada vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa,” kata Husnul seperti dilansir dari Antara, Rabu (24/11).

Husnul menjelaskan, saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Malang telah mencapai 98 persen untuk dosis pertama dan 86 persen untuk dosis kedua. Sementara itu, pemberian dosis ketiga atau booster sudah berada pada angka 99 persen.

Sebagai catatan, di wilayah Kota Malang ada sebanyak 856 ribu sasaran vaksinasi Covid-19. Vaksinasi tersebut bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok terhadap virus korona.

Dia menambahkan, capaian vaksinasi warga Kota Malang yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) telah mencapai 65 persen untuk dosis pertama dan 54 persen untuk dosis kedua. Target vaksinasi lansia di Kota Malang sebanyak 83.115 warga.

”Untuk lansia, data tadi malam (23/11), kami lihat hampir 65 persen untuk dosis pertama. Sementara dosis kedua 54 persen,” ujar Husnul Muarif.

Dia mengharapkan, dengan upaya percepatan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemkot Malang, pada akhir 2021 seluruh warga kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Pemerintah Kota Malang juga berupaya untuk menurunkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan memenuhi sejumlah indikator yang ditetapkan. Saat ini Kota Malang berada pada level 2 PPKM sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri.

”Mulai 24 Desember itu nanti level 3 semua. Tapi, kami upayakan semua indikator-indikator penurunan level kami penuhi,” ucap Husnul Muarif.

Saat ini, secara keseluruhan ada sebanyak 15.637 kasus konfirmasi positif Covid-19, dengan kasus aktif tercatat tujuh kasus. Dari total tersebut, sebanyak 14.507 orang dilaporkan telah sembuh, 1.123 orang dinyatakan meninggal dunia.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: