alexametrics

Tanah Bergerak, Ratusan Warga Cipatat Mengungsi

24 November 2016, 05:08:00 WIB

JawaPos.com – Pergerakan tanah di RT 05 RW 10 Kampung Cikatomas, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, semakin parah. Tanah amblas kurang lebih mencapai 3 meter. Petugas Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dibantu tim relawan membersihkan kondisi jalan yang rusak dan amblas, Rabu (23/11).

Sebagian warga juga terlihat sibuk mengevakuasi barang-barang seperti lemari, kasur dan lainnya untuk menyelamatkan barang-barang yang ada di rumah mereka.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya mengungkapkan, kejadian ini merupakan murni bencana alam akibat aliran air di dalam tanah. Aliran air itu membuat jalan tergerus dan mengalami pergerakan tanah. Apalagi, kata dia, hingga saat ini intensitas hujan terus terjadi sehingga jalan di Kampung Cikatomas ini setiap harinya mengalami pergerakan tanah.

"Sebeleum kejadian seperti ini, kondisi jalan sudah diperbaiki. Tapi, kita tidak mengetahui bahwa kondisi di bawah jalan itu ada air yang menggerus tanah dan mengakibatkan pergerakan tanah," kata dia dilansir Bandung Ekspres (Jawa Pos Group).

Kejadian seperti ini tidak bisa diprediksi namun tetap kita ingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Terakhir kejadian seperti ini di Cipatat pada 1970," tambahnya.

Dari hasil pendataan, lanjut Maman, ada 70 kepala keluarga (KK) dan 210 jiwa yang sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman terdiri dari Kampung Cikatomas dan Kampung Cirawa.

Di antaranya 40 KK diungsikan di Gor Desa Citatah dan 30 diungsikan di rumah saudara mereka. Karena saat ini ada 30 rumah milik warga yang rusak. "Saat ini kita fokus juga penanganan terhadap masyarakat yang berada dipengungsian. Mulai dari pelayanan kesehatan serta makanan," terangnya.

Terkait kondisi tanah apakah masih layak untuk tetap di tempati, Maman mengaku masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi. Hasil tersebut, kata dia, menjadi dasar apakah harus dilakukan relokasi atau memang masih layak untuk di tempati.
"Hasil Geologi tersebut akan keluar dalam waktu dua minggu. Kita akan melakukan langkah-langkah setelah adanya hasil dari Geologi," ujarnya.

Lebih jauh Maman menjelaskan, ada 6 titik di Kabupaten Bandung Barat yang dinyatakan status tanggap darurat. Mulai dari Kampung Cikatomas, Rancasenggang, Cikahuripan Lembang, Kertawangi, Jambudipa Cisarua serta area Perkantoran Pemkab Bandung Barat yang mengalami banjir setiap hujan besar turun.

"Status tanggap darurat diberlakukan mulai 14 November hingga 4 Desember 2016," ungkapnya. (drx/yuz/JPG)

Editor : Yusuf Asyari



Close Ads
Tanah Bergerak, Ratusan Warga Cipatat Mengungsi