alexametrics

Mengenal Bintang Puspayoga, Menteri Asal Bali Pengganti Yohana Yembesi

24 Oktober 2019, 09:02:43 WIB

JawaPos.com – Sempat ketar-ketir karena hingga hari kedua pemanggilan calon menteri, Selasa (22/10), belum ada satu pun nama dari Bali. Namun, itu semua terjawab, Rabu (23/10). Presiden Joko Widodo dalam pengumuman kabinet menunjuk I Gusti Ayu Bintang Darmawati menjadi salah satu menteri dalam kabinetnya.

Presiden Joko Widodo menunjuk  istri mantan Menteri Koperasi dan UKM, AA Puspayoga ini sebagai menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) di Kabinet Indonesia Maju.

Kemunculan wanita yang lebih dikenal dengan sapaan Bintang Puspayoga ini memang sangat mengejutkan karena namanya justru santer muncul di menit-menit akhir menjelang pengumuman para menteri di Istana Negara, Rabu pagi (23/10).

Meski berlatar belakang birokrat dengan jabatan terakhir sebagai Asisten II di Sekretariat Daerah Kota Denpasar, kemunculan Bintang Puspayoga tidak hanya dipandang sebagai representasi Bali semata. Lebih dari itu, Bintang Puspayoga dilihat sebagai representasi PDIP karena namanya muncul atas restu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Salah satunya yang menjadi pertimbangan munculnya restu itu adalah faktor kesejarahan. Bintang Puspayoga merupakan istri dari Anak Agung Ngurah Gede Puspayoga, mantan menteri Koperasi dan UKM Kabinet Kerja yang juga tokoh Puri Satria.

Dalam sejarahnya, Puri Satria menjadi pusat politik Partai Nasional Indonesia (PNI) yang kelak berinkarnasi menjadi Partai Demokrasi Indonesia dan terakhir menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Garis sejarah politik Puri Satria itu tidak lepas dari peranan Tjokorda Bagus Sayoga, ayah dari Puspayoga, seperti dituturkan petinggi PDIP dari Bali, Made Urip.

“Beliau representasi partai PDIP. Pastilah rekomendasi dari Ketua Umum PDIP (Megawati Soekarnoputri),” ujar Made Urip yang juga ketua DPP PDIP Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan, dan Lingkungan Hidup saat dihubungi secara terpisah seperti dikutip Bali Express (Jawa Pos Group).

Dia melanjutkan, keluarganya di Puri Satria merupakan pejuang partai sejak 1955. Mertuanya yang juga ayah dari Puspayoga, Tjokorda Bagus Sayoga, merupakan tokoh PNI tulen. Di kemudian hari, PNI berubah menjadi PDI. Kemudian pada penghujung era 90-an, PDI berubah menjadi PDIP.

“Puri satria itu punya peranan historis yang berkaitan dengan kepartaian di PDIP. Di sana ada tokoh Almarhum Cok Sayoga. Itu tokoh PNI dari zaman dulu. Tahun 55-an,” tukas Urip seraya menyebutkan bahwa selaku politisi PDIP, ia merasakan didikan di Puri Satria.

Tapi di luar faktor tersebut, Urip menyebutkan bahwa Bintang Puspayo09ga memiliki kapasitas, kemampuan, intelektualitas yang berkaitan dengan bidang pemberdayaan perempuan dan anak.

“Orangnya juga lurus, jujur, dan santun. Tidak neko-neko. Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Jokowi karena ada tokoh wanita dari Bali yang duduk di kabinet,” ujar politisi senior dari Marga, Tabanan, ini.

Dia berharap, Bintang Puspayoga bisa mengemban tugas negara yang dipercayakan kepadanya, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dan anak. Dia menilai, urusan ini terhitung penting, baik sekarang maupun periode mendatang. Khususnya lagi dalam memberdayakan kaum perempuan dalam hal kemandirian ekonomi.

Berdasar beberapa sumber informasi, Bintang Puspayoga yang lahir di Denpasar pada 24 November 1968 silam, terhitung aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Saat suaminya menjabat sebagai walikota Denpasar dari 2005 sampai dengan 2008, dia menjabat sebagai ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar.

Saat suaminya menjabat sebagai menteri Koperasi dan UKM, dia juga masuk dalam panasihat Dharma Wanita Persatuan di Kementerian Koperasi dan UKM. Dia juga tercatat sebagai ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), serta ketua Bidang II Penggerak PKK serta ketua Bidang Peningkatan Kualitas di Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) Kabinet Kerja.

Masih di lingkungan OASE, Bintang juga dikenal sebagai atlet tenis meja, olahraga yang selama ini memang menjadi hobinya sejak muda. Bahkan dia juga sempat menjadi ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Bali periode 2015-2019.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads