alexametrics

Elpiji Langka Lagi, Diduga Ada Permainan Distributor

24 Oktober 2017, 15:50:34 WIB

JawaPos.com – Warga Penajam Paser Utara (PPU) mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram dua pekan belakangan ini. Akibat kenyataan itu, harga elpiji naik mencapai Rp28 ribu per tabung. Jauh dibanding harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemkab PPU, sebesar Rp20 ribu per tabung.

Keluhan itu disampaikan Feri, pedagang gorengan, warga Kelurahan Nipahnipah. Dia mengaku hampir sebulan terakhir sulit mencari tabung gas bersubsidi, sehingga berdampak pada usaha yang dia tekuni. “Hampir sebulan susah dapat gas elpiji 3 kilogram, sepertinya mulai langka lagi,” keluh pria yang biasa berdagang di warung depan Mapolres PPU, sebagaimana dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Dalam satu hari, Feri membutuhkan dua tabung gas elpiji 3 kg. Untuk mendapatkan dua tabung gas itu, dia harus berkeliling di Kecamatan Penajam. Para pengecer menjual Rp28 ribu/tabung. Padahal, biasanya Rp22 ribu.

Menanggapi keluhan warga, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU akan menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kg pekan depan. Ada sembilan titik operasi pasar di empat kecamatan.

Di Kecamatan Penajam akan digelar di Kelurahan Penajam, Kelurahan Gunung Seteleng, dan Kelurahan Sungai Parit, 30 Oktober. Mulai pukul 10.00–16.00 WITA. Dilanjutkan di Kelurahan Sotek pada 2 November 2017, mulai pukul 10.00–12.00 WITA. “Setiap desa dan kelurahan, kami gelar operasi pasar selama dua jam,” kata Kepala Bidang Diskukmperindag Rusli, Senin (23/10).

Berikut di Kecamatan Sepaku, dilaksanakan di Kelurahan Maridan 2 November 2017, mulai pukul 13.00–15.00 WITA. Di Kecamatan Waru pada 6 November 2017 di Desa Apiapi dan Desa Bangun Mulya, mulai pukul 10.00–15.00 WITA. Terakhir di Kecamatan Babulu, dilakukan di Desa Babulu Laut dan Desa Gunung Intan pada 7 November 2017, mulai pukul 10.00–15.00 WITA.

Berdasar pengamatan secara langsung di lapangan, keluhan warga mengenai kelangkaan elpiji 3 kg diduga adanya permainan di tingkat distribusi tabung elpiji. Sopir yang mengantar tabung elpiji tidak mengantar seluruh jatah yang diberikan agen untuk pangkalan. Namun, pihak pangkalan menandatangani berita acara penerimaan jatah tabung gas elpiji 3 kg sesuai kuota yang seharusnya diterima.

“Saya mengamati beberapa malam, ada beberapa sopir yang mampir ke pengecer menurunkan tabung gas elpiji 3 kg bukan di pangkalan,” terangnya.

Kejadian ini diduga sudah lama terjadi, tetapi pangkalan enggan melapor ke Disukmperindag karena takut jatah mereka dikurangi agen. Diskukmperindag akan melakukan investigasi terkait fenomena tersebut.

“Langkah awal kami melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi keluhan masyarakat. Mudah-mudahan dapat membantu masyarakat yang jauh dari pangkalan,” ujarnya.

Rusli berharap, operasi pasar elpiji 3 kg ini bisa berlanjut di desa dan kelurahan lain. Sebab, pihaknya akan menyusun jadwal pelaksanaan operasi pasar setelah pelaksanaan operasi pasar di sembilan titik tersebut selesai. Pertamina akan menginstruksikan agen untuk turun ke masyarakat, menjual gas elpiji 1.250 tabung dalam satu truk. Sesuai HET Rp20 ribu per tabung.

Editor : admin

Reporter : (fab/jpg/ce1/JPC)

Elpiji Langka Lagi, Diduga Ada Permainan Distributor