JawaPos Radar

Jelajah Kopi Enrekang

Ajak Penikmat Kopi Melihat Proses Tanam

24/09/2018, 09:28 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kebun Kopi
Kebun kopi di Buntu Tembo, Dusun Gura, Desa Buntu Mondong, Enrekang, Sulsel. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Komunitas Pejuang Kopi Arabika Kalosi Enrekang (KPK AKE) menggelar kegiatan Jelajah Kopi Enrekang. Acara berlangsung di Dusun Gura, Desa Buntu Mondong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 29-30 September 2018.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mempertemukan konsumen dan owner coffee shop yang tersebar di Sulsel dengan petani. "Konsep kegiatannya adalah trip kebun kopi di Buntu Tembo, Dusun Gura, Desa Buntu Mondong. Jadi peserta akan menjelajah pegunungan kopi," ujar Ketua Panitia Jelajah Kopi Enrekang Agil Valentino Sabir melalui keterangan resminya di Makassar, Senin (24/9).

Lokasi acara di tengah-tengah wilayah penghasil kopi yang sangat mudah di akses. Sekaligus suguhan pemandangan bentang alam yang indah hingga puncak bukitnya. Wilayah itu berada di ketinggian antara 1.388-1.521 meter dari permukaan laut (Mdpl).

Kebun Kopi
Kebun kopi di Buntu Tembo, Dusun Gura, Desa Buntu Mondong, Enrekang, Sulsel. (Istimewa)

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak para penikmat kopi melihat langsung bagaimana proses budidaya secara langsung di kebun. Sekaligus menambah wawasan petani mengenai cita rasa kopi olahan mereka," sambungnya.

Jelajah Kon Enrekang menjadi sarana edukasi antara petani, roaster sebagai produsen kopi sangrai, barista, pemilik atau pengelolah coffee shop dan penikmat kopi. Tujuannya untuk meningkatkan mutu kopi berbagai olahan dan pengaruhnya terhadap cita rasa hasil seduhan

Selain itu, akan dilakukan pendataan keanekaragaman kopi Arabika yang tersebar di Enrekang secara umum. "Jadi peserta akan camping di kebun. Untuk yang bawa peralatan camping diarahkan ke puncak Buntu Tembo. Sementara yang tidak punya atau tidak bawa peralatan camp, nanti disiapkan tempat menginap di sekitar lokasi kegiatan," tambah Agil.

Pantia sekaligus menggelar beberapa kegiatan. Seperti pemutaran film biji kopi Indonesia (Aroma of Heaven), lomba foto on the spot, melihat cara sangrai dan cupping kopi olahan petani lokal. "Juga ada pengenalan metode seduh kopi," ucapnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up