alexametrics

Vandalisme ‘Papua Merdeka’ Bermunculan di Solo

24 Agustus 2019, 10:58:29 WIB

JawaPos.com – Aksi vandalisme “Papua Merdeka” bermunculan di sejumlah titik di Kota Bengawan beberapa waktu ini. Polisi menduga vandalisme itu tidak dilakukan orang Papua yang tinggal di Solo. Melainkan bentuk provokatif dari oknum tidak bertanggung jawab.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai meminta masyarakat Kota Solo tidak mudah terprovokasi dengan vandalisme tersebut. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan kooperatif untuk melaporkan kejadian serupa di sekeliling lingkungan mereka.

”Ada tiga titik vandalisme yang masuk ke kami. Kami harap warga bisa pro-aktif dengan hal-hal semacam ini,” kata Andy di Mapolresta Surakarta, seperti dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group), Sabtu (24/8).

Untuk mencari titik terang, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan komunitas dan tokoh-tokoh masyarakat Papua di Kota Bengawan. Hasilnya, mereka memastikan bahwa tindakan vandal tersebut bukan dilakukan oleh orang Papua yang tinggal di Solo.

”Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari Papua. Mereka juga merasa tidak nyaman dengan adanya kejadian tersebut dan memastikan hal itu bukan mereka. Maka dari itu, masyarakat harus bijak melihat isu ini. Apakah ini hanya provokatif atau benar seperti yang terjadi,” tegas kapolresta.

Diketahui, vandalisme bertuliskan ‘Papua Merdeka’ sempat terpampang di dinding rumah warga di Jalan dr Sutomo, Kampung Kalitan RT 01 RW 01, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan. Coretan ini ditemukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surakarta, Kamis (22/8) kemarin saat sedang mengelar Operasi Bolos Sekolah.

Pantauan di lapangan, tulisan tersebut telah ditimpa dengan cat berwarna putih. Hanya saja masih terlihat jelas bekas hurufnya. Meski samar, tulisan berbunyi “Papua Merdeka” dengan huruf kapital masih terlihat. Tembok yang dicorat-coret tersebut merupakan bagian dari salah satu distro.

Selain tembok, rupanya pelaku juga mencorat-coret pintu toko dengan gambar dan tulisan tak senonoh. Berbeda dengan vandal di tembok, kalimat dan gambar yang dibuat dengan menggunakan pilog berwarna merah tersebut masih terlihat jelas. Ada kalimat ‘Papua pernah Merdeka’ yang di bawahnya terpampang gambar Pulau Papua

”Saya tidak tahu siapa yang melakukan. Yang jelas saat saya datang untuk membuka toko jam 8 pagi tadi, ternyata sudah ada gambar dan kata tak senonoh di pintu besi toko. Sedangkan tulisan yang ditembok sudah ditutup dengan cat putih. Sebelumnya cat tembok itu berwarna abu-abu,” ujar Alim, pemilik distro.

Kasi Ketertiban dan Keamanan Satpol PP Surakarta, Agus Setyawan sudah mengecek langsung lokasi vandalisme. Dia mengatakan pelaku vandalisme di Kota Bengawan bisa dijerat pidana maksimal enam bulan kurungan atau denda Rp. 50 juta. Hal itu sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads