JawaPos Radar

Pemuda Asal Bojonegoro Setubuhi Siswi SD

24/07/2018, 22:04 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Perkosaan
Ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang pemuda di Kabupaten Bojonegoro tega menyetubuhi siswi Sekolah Dasar (SD) yang masih di bawah umur. Atas kelakuannya, kini sang pemuda telah diamankan polisi.

Pelaku berinisial AL, 26, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro. Dia diduga telah melakukan perbuatan asusila terhadap korban berusia 12 tahun. Aksi bejat tersebut terjadi di rumah korban pada Jumat (20/7) lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat merayu korban. Saat kondisi rumah korban kosong, pelaku langsung menyetubuhi korban sebanyak satu kali. Pelaku diketahui adalah tetangga dekat korban," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, Selasa (24/7).

Ungkap kasus bermula ketika orang tua korban mendengar kabar dari masyarakat sekitar. Intinya, bahwa putrinya telah menjadi korban persetubuhan yang diduga dilakukan AL.

Selanjutnya, orang tua korban melapor ke Polres Bojonehoro. Petugas kemudian bergerak cepat mengamankan pelaku di rumahnya. Tersangka digelandang ke Mapolres Bojonegoro guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Saat ini pelaku sudah ditahan di sel tahanan Polres Bojonegoro," imbuhnya.

AL dijerat denga Pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun dan paling singkat tiga tahun. Serta denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, AL bukan satu-satunya orang yang menyetubuhi korban. Masih ada pelaku lain dan peristiwanya terjadi pada waktu berbeda. Pelaku tersebut masih di bawah umur. Sehingga penyidikannya dibuat dalam berkas yang berbeda.

Untuk pelaku di bawah umur, proses penyidikannya berpedoman pada UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. "Karena pelaku masih di bawah umur, terhadap pelaku tidak dilakukan penahanan atas jaminan kedua orang tuanya," tutup Ary.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up