alexametrics

Jateng Jadi Penggerak Kota Layak Anak Terbaik Nasional

24 Juli 2018, 11:53:11 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan sebagai penggerak pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA) terbaik nasional. Penghargaan diberikan sekaligus dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA-RI) Yohana Yembise kepada para kepala daerah dari seluruh Indonesia. Acara berlangsung di Gedung Dyandara Convention Center, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (23/7) malam.

Jateng tidak hanya dinobatkan sebagai penggerak pengembangan kabupaten/kota layak anak (KLA) terbaik se-Tanah Air. Tapi juga diganjar penghargaan provinsi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak atau UPTD PPA terbaik.

Adapun lima provinsi lain yang turut menerima penghargaan untuk kategori UPTD PPA terbaik adalah Sumatera Utara (Sumut), Lampung, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Barat (Sulbar). Sementara sebagai penggerak pengembangan KLA, Jateng merupakan salah satu dari sepuluh provinsi.

Tak hanya tingkat provinsi, beberapa kabupaten/kota di Jateng juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan. Di antaranya Kabupaten Brebes meraih predikat sekolah ramah anak (SRA) jenjang SMP dan SMAN, serta Puskesmas Bumiayu Brebes sebagai Puskesmas ramah anak. Kemudian Kota Pekalongan dan Surakarta kategori daerah pembina forum anak terbaik, serta Rembang atas program pencegahan pernikahan anak usia dini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan terus mendorong program KLA agar naik kelas. Sehingga tak hanya pada tingkat kabupaten/kota, tapi provinsi juga layak anak. Dalam artian, seluruh level bawah berjalan terlebih dahulu agar level di atasnya juga terdampak.

“Sebenarnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Diharapkan seluruh kabupaten/kota terus berlomba-lomba mewujudkan kota layak anak dan provinsi membantu,” ucap Ganjar.

Politikus PDIP itu menambahkan, pemerintah melalui Kemen-PPPA sangat mengapresiasi peran serta masyarakat, pendidikan, pemerintah kabupaten, pemkot, maupun pemprov. Semua unsur harus selalu meningkatkan pelayanan masyarakat dan fasilitas anak. Termasuk sistem hingga politik anggaran dan lainnya.

“Dengan penghargaan ini, ada harapan dari masyarakat dan pemerintah agar anak mendapatkan kelayakan di mana pun. Di antaranya saat bermain atau berada di sekolah, anak-anak merasa aman dan nyaman. Semua akses bisa didapatkan, dan orangtua bisa melindungi serta tidak ada kekerasan terhadap anak,” tutur Ganjar.

Menteri PPPA Yohana Yembise menyampaikan, pihaknya berupaya keras mendorong pemenuhan hak anak dan perlindungan keluarga untuk mewujudkan Indonesia layak anak pada 2030. Tahun ini, sebanyak 389 kabupaten dan kota telah berkomitmen untuk menjadi kota Kabupaten layak anak.

Dari jumlah tersebut, 177 kabupaten dan kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori dan terbagi dalam beberapa kriteria. Yaitu, Pratama tercatat ada 113 kabupaten dan kota, Madya ada 51 kabupaten.kota, Nindya ada 11 kabupaten/kota, dan Utama hanya 2 kota.

Penganugerahan KLA termasuk penghargaan-penghargaan lainnya, bertujuan agar pemerintah daerah setempat dapat mendorong masyarakat di wilayahnya untuk semakin paham pada upaya pemenuhan hak anak. Serta mendorong pemerintah daerah melakukan berbagai kebijakan atau program dan kegiatan yang menjamin hak-hak anak dapat dipenuhi sebagaimana amanat konstitusi.

“Ada penghargaan khusus pada tahun ini yang akan diberikan kepada beberapa polda dan polres. Khususnya polres ramah anak yang baru diinisiasi tahun ini,” cetus Yohana.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (gul/JPC)

Jateng Jadi Penggerak Kota Layak Anak Terbaik Nasional