JawaPos Radar

Di Hadapan Penyidik, Penganiaya Istri Menangis: Kok Tega Selingkuh!

24/07/2018, 20:04 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Di Hadapan Penyidik, Penganiaya Istri Menangis: Kok Tega Selingkuh!
MENANGIS: Gufron menangis di depan penyidik UPPA Polres Malang, menyesal telah jahat kepada istrinya. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Muhammad Gufron, 43, resmi menjadi penghuni hotel prodeo Polres Malang. Pasalnya, laki-laki warga Poncokusumo, Kabupaten Malang ini terbukti telah melakukan kekerasan kepada istrinya, Ana Nur Rahmawati, 27.

Pelaku terbukti telah menyayat wajah dan bagian tubuh istrinya yang lain. Bahkan, dia juga melakukan kekerasan kepada mertuanya, Umi Farida.

Saat disidik oleh penyidik dari Polres Malang, Gufron yang melakukan kekerasan kepada istrinya pada Minggu (15/7), ini menangis di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).

Kepada salah satu penyidik, dia mengaku menyesali perbuatannya yang telah melukai istrinya. Dia mengenang kehidupan rumah tangga bersama Ana.

Laki-laki yang tega melakukan tindakan itu karena cemburu, mengaku jengkel dengan istrinya. Dia menduga, Ana telah melakukan perselingkuhan di belakang dia.

Hal ini yang membuat penyedia jasa pemasangan WiFi ini gelap mata. Apalagi, ditambah Ana pulang ke rumah orang tuanya selama sebulan, pasca cek cok dengan dirinya.

"Kok tega istri saya melakukan itu (selingkuh). Dia nggak ingat anak, nggak ingat rumah tangga. Bahkan saya sujud ke dia dan mertua agar mau pulang," katanya dengan berurai air mata, saat dimintai keterangan, Selasa (24/7).

Dia juga meminta maaf kepada istrinya karena tega melakukan hal tersebut. Masih dengan tangis, Gufron meminta kepada penyidik agar menyampaikan pesannya ini kepada Ana.

Gufron juga meminta agar tidak dipisahkan dari anaknya. Karena, dia takut kehilangan anaknya.

"Sampaikan kepada istri saya ya Bu. Saya juga mohon jangan pisahkan dengan anak. Abot (berat) sama dia," kata Gufron sambil menyeka air matanya dengan tisu.

Sepeti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Ana menderita luka sayat di wajah, leher, alis kanan, hidung, dahi dan dagu sebelah kiri. Luka-luka di wajahnya ini, didapatkan karena ulah brutal suaminya, Gufron.

Selain itu, ibu satu anak ini juga menderita luka robek pada bagian jari manis sebelah kanan. Warga Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, ini harus menderita luka sayat yang cukup parah usai bertengkar dengan suaminya, Minggu (15/7).

Keduanya kerap bertengkar hingga akhirnya sang istri pulang ke rumah orangtuanya, di Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Akhirnya dia menjemput istrinya ke rumah mertuanya, Minggu (15/7). Namun, istrinya tetap bergeming. Korban tetap tak ingin pulang. Hingga timbul pertengkaran yang berujung pada kekerasan terhadap Ana dan Umi Farida, ibunya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up