alexametrics

Kapalnya Bocor, Empat Turis Ini Tertawa Setelah Lolos dari Maut

24 Juli 2017, 06:22:20 WIB

JawaPos.com – SAR Unit Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikejutkan dengan adanya kabar sebuah kapal speedboat yang ditumpangi para turis karam di perairan Taka Makassar, sekitar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Tepatnya di Manta Point, lokasi diving yang jadi favorit wisatawan, pada Minggu (23/7). Lantas regu penyelamat pun datang untuk memberikan pertolongan.

Di lokasi kejadian pun para korban berusaha diselamatkan agar tidak merenggut nyawa mereka. Edy, kepala SAR Unit Labuan Bajo, memaparkan, empat turis asing itu adalah Marsita (Malaysia), Hary (Inggris), Jordan (Amerika), dan Stela (Inggris). Mereka naik kapal yang dinakhodai Bijes, 27, dan Rian, 30, sebagai anak buah kapal.

Edy menjelaskan, begitu kapal tanpa nama berbobot 3 GT itu celaka sekitar pukul 9.00, pihaknya langsung mengirim tim rescue pos SAR Labuan Bajo dengan menggunakan satu unit RIB 400 PK menuju lokasi kejadian.

Kapalnya Bocor, Empat Turis Ini Tertawa Setelah Lolos dari Maut
Kapal tanpa nama berbobot 3GT yang memuat empat orang turis asal Malaysia, Inggris dan Amerika Serikat karam di perairan Taka Makasar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (23/7) (KANTOR SAR KUPANG FOR TIMOR EXPRESS/JawaPos.com)

Pukul 10.55 Wita tim rescue tiba di lokasi kejadian. Pukul 10.55 tim rescue berhasil menyelamatkan seluruh penumpang. Turis asing yang luput dari maut tertawa lega saat dievakuasi.

Sumber mengungkapkan, petaka yang menimpa rombongan wisman tersebut terjadi karena ada kebocoran dan pecah pada lambung depan kapal. Akibatnya, air laut mudah masuk ke kapal. Diduga kapal menabrak karang laut atau taka lantaran kapten kapal belum menguasai medan sekitar.

Gerak cepat tim SAR menuai pujian. Kepala Kantor SAR Kupang I Ketut Gede Ardana mengatakan, upaya penyelamatan berhasil dilakukan dengan cepat karena pihaknya sudah menempatkan unit SAR di wilayah Labuan Bajo untuk mendukung pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Di sisi lain, anggota DPRD Mabar Frans Subur mengharapkan peran pihak TNK dalam menjaga keselamatan setiap tamu yang masuk kawasan itu.

“Kalau di tempat yang sama, kapal selalu saja karam dan tenggelam, TNK sebaiknya memasang tanda di sana supaya setiap nakhoda yang mau ke sana dapat mengetahui ancaman bahaya itu agar mereka lebih waspada,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (krf5/aln/c10/ami)

Kapalnya Bocor, Empat Turis Ini Tertawa Setelah Lolos dari Maut