alexametrics

Terus Bergejolak, Puan Meminta Warga Terdampak Merapi untuk Mengungsi

24 Mei 2018, 22:22:23 WIB

JawaPos.com – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani meminta warga terdampak erupsi Gunung Merapi untuk tetap berada di tempat yang aman yakni pengungsian. Setidaknya ini dilakukan sampai ada arahan yang memastikan bahwa kondisi sudah aman dan warga diperbolehkan kembali ke rumah. 

Di sela kunjungan kerjanya di Desa Tawangsari, Sukoharjo, Puan mengatakan bahwa saat ini semua pihak sudah siap dalam penanggulangan erupsi Merapi.

“Jadi agar penduduk tetap berada di pos pengungsian, sebaiknya tidak kembali ke rumah dulu,” katanya usai membagikan sembako, bantuan bibit tanaman, alat pertanian serta alat bantu kepada difabel, Kamis (24/5). 

Meski sudah memastikan kesiapan dari setiap satuannya, Puan berharap, Gunung Merapi tidak akan meletus. Puan juga mengatakan, bahwa untuk kesiapan penanganan korban bencana, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait.

Mengingat, untuk penanganan korban bencana tidak mungkin ditangani oleh satu kementerian saja. Seperti dengan Kementerian Pendidikan sebagai jaminan kelangsungan pendidikan untuk para korban. 

“Untuk masalah pendidikan, nanti tetap akan berjalan seperti biasa,” katanya. Selain itu, lanjutnya, dari Kementerian Sosial, dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah siap bekerja.

Tidak hanya itu, pihak terkait lainnya juga sudah menyatakan kesiapannya dalam persiapan evakuasi dan penanganan korban jika nantinya Merapi meletus.

“Kami juga sudah mempunyai SOP untuk bertindak dalam penanganan gunung meletus atau Merapi. Kami terus memantaunya, dan sekarang pun kondisinya juga masih waspada,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau kepada masyarakat di sekitar lereng Merapi agar menjaga kewaspadaannya. Mereka yang memilih untuk mengungsi pun akan tetap difasilitasinya.

“Tapi tetap mewaspadai apa yang akan terjadi kan kita tidak tahu. Kalau punya rasa takut biarin saja mengungsi, makanya tetap difasilitasi. Rasane wong kan bedo-bedo. Aku rapopo tapi kan mungkin nek pas wedi, mudun (rasa takut orang kan beda-beda, kalau takut ya turun),” kata raja Keraton Jogja itu.

Mitigasi bencana untuk gunung api, lanjutnya, berbeda dengan gempa bumi. Pada Merapi misalnya, selalu ada peringatan di setiap tahapannya. Yaitu status normal, waspada, siaga, kemudian awas.
Untuk itu, menghindari terjadinya korban jiwa bencana meletusnya Merapi ini sebenarnya bisa. Tinggal bagaimana memberikan informasi setiap perkembangan yang ada, dan sikap warga yang tinggal di lereng itu sendiri.

“Kalau konsisten menghindari korban sebetulnya bisa. Hanya manut ora orangnya karena kan tahapannya jelas,” pungkasnya. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Terus Bergejolak, Puan Meminta Warga Terdampak Merapi untuk Mengungsi