JawaPos Radar

Pria Asal Wajak Tewas Bersimbah Darah

24/04/2018, 17:17 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
RSSA Malang
OTOPSI: Jenazah Muhammad Mashudi masih berada di kamar mayat RSSA Malang untuk diotopsi. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Warga Kelurahan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), geger, Selasa (24/4). Seorang pria ditemukan tewas. Kondisinya bersimbah darah. Korban ditemukan di rumah milik Subagiyo, 50. Di rumah tersebut, korban menumpang tinggal.

Hasil identifikasi diketahui korban bernama Muhammad Mashudi. Pemuda berusia 29 tahun itu tercatat sebagai warga Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Sehari-hari, korban bekerja sebagai kuli bangunan bersama tuan rumah.

Berdasarkan informasi yang didapatkan JawaPos.com, pada tubuh korban terdapat sejumlah luka. Di antaranya di tangan sebelah kiri dan leher sebelah kiri. Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terlentang.

Di dekat korban ditemukan pisau dapur dengan gagang kayu. Benda tersebut juga berlumuran darah. Begitu pula dengan sprei di tempat tidur korban.

Pertama kali, korban ditemukan Sriani,45, yang merupakan istri Subagiyo. Pagi itu, Sriani akan ke kamar mandi. Dari arah kamar yang ditempati korban, dia mendengarkan suara orang mengorok.

Karena curiga, ibu rumah tangga ini kemudian membangunkan suaminya. Mereka berdua lantas mengecek ke dalam kamar yang dihuni korban. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati bapak satu anak itu dalam kondisi bersimbah darah. Di sebelah kiri pria yang akrab disapa Udi itu terdapat pisau dapur.

Penemuan ini lantas dilaporkan ke Polsek Turen dan PMI setempat. Tidak lama kemudian petugas datang ke lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat sekitar pukul 08.00 WIB.

"Karena polisi harus olah tempat kejadian perkara (TKP) terlebih dahulu," kata salah satu tim evakuasi Sugeng Suprianto saat ditemui di Kamar Mayat RSSA Malang.

Sekretaris PMI Kecamatan Turen itu menjelaskan, saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dunia. Dia ditemukan di tempat tidurnya. Bantal, sprei dan sebagian baju korban berlumuran darah. "Di leher ada luka sayat menganga," imbuh Sugeng.

Sugeng menambahkan, sudah sebulan korban tinggal di rumah Subagiyo. Warga sekitar mengetahui bahwa Udi merupakan kuli bangunan. Sementara Subagiyo adalah mandornya. "Menurut keterangan perangkat desa, sudah tinggal di sana sekitar sebulan," tegasnya.

Sementara itu, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Polisi akan lebih dulu melakukan pemeriksaan. "Belum ditemukan tanda kekerasan. Itu sementara ya. Tapi masih kami dalami untuk memastikan penyebab kematian korban. Di sebelah kiri korban ditemukan pisau," sambung Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up