alexametrics

Demi Keamanan UNBK, Disdik Mimika Minta Bantuan Pengamanan dari TNI

24 April 2018, 08:55:37 WIB

JawaPos.com – Persoalan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak ada pada down-nya server ujian. Di Kabupaten Mimika, Papua, siswanya harus berjuang menyelamatkan diri dari ancaman serangan dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Tak ayal Dinas Pendidikan setempat harus meminta bantuan ke pasukan TNI untuk memberikan pengawalan kepada siswa yang akan menuju ke lokasi ujian.

Ketua Panitia UN Mimika Manto Ginting menyatakan, siswa di SMP Negeri 3 Mimika yang berada di Kampung Limau Asri (SP 5) harus diantar dan dijemput oleh pihak keamanan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya serangan dari oknum tertentu, Dinas Pendidikan Mimika melibatkan TNI dari Brigif-20/IJK.

Tidak hanya di seputaran wilayah kota, pelaksanaan UN di SMP Banti juga terkendala. Sejak gangguan keamanan pada 2017 lalu, aktivitas sekolah ditutup. Banyak siswa yang dievakuasi ke Timika dan ada yang tetap bertahan.

Demi Keamanan UNBK, Disdik Mimika Minta Bantuan Pengamanan dari TNI
Pelaksanaan UNBK SMP di Balikpapan secara keseluruhan berjalan lancar meski sempat mengalami gangguan server. (FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST/Jawa Pos Group)

Lebih jauh Manto Ginting mengatakan, dari hasil pencarian Disdik bersama kepala sekolah guru, ada 32 siswa yang berada di Timika dan sedang mengikuti UN di dua tempat yakni SMP Taruna Papua dan di Kampung Wangirja (SP 9). “Di SP 9 langsung diikunjungi langsung ke sana,” tuturnya seperti dilansir Radar Timika (Jawa Pos Group), Selasa (24/4).

Disdik berencana ke Banti pada 11 Mei untuk menggelar ujian susulan. Hal itu ada 24 murid lainnya yang bertahan di Banti, sehingga belum bisa mengikuti UN. Jika sudah ditemukan mereka akan dibawa ke Kota Tembagapura.

Menurut Manto, secara keseluruhan pelaksanaan UN baik berbasis komputer maupun kertas pensil tidak ada masalah. Siswa SMP di Mimika yang ikut UN tahun ini sebanyak 3.419 orang dari 40 sekolah. Dari 40 sekolah itu baru 14 sekolah yang menerapkan UNBK dengan jumlah siswa 1.500 orang.

Sementara itu Mendikbud Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Mimika menilai, pelaksanaan UN berjalan sesuai dengan ketentuan. Kecuali beberapa tempat yang masuk dalam wilayah konflik tidak bisa diberlakukan pertukaran pengawas sebagaimana mestinya karena memang dalam kondisi khusus.

“Saya juga melihat beberapa kondisi sekolah yang sangat tidak terawat dan parah akibat dari konflik. Dan ini akan kita jadikan catatan untuk perbaikan, pembenahan secara menyuluruh,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (iil/jpg/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Demi Keamanan UNBK, Disdik Mimika Minta Bantuan Pengamanan dari TNI