JawaPos Radar

Habitat Satwa Liar Tergusur, BKSDA Evakuasi Beruk Peliharaan Warga

24/04/2016, 11:56 WIB | Editor: Ilham Safutra
Habitat Satwa Liar Tergusur, BKSDA Evakuasi Beruk Peliharaan Warga
Beruk yang disiksa warga dengan digantung di sepeda motor (Rakyat Kalbar/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com PONTIANAK - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) mengevakuasi beruk (Macaca Nemestrina) dari tangan warga.

Hewan langka yang dilindungi undang-undang itu selama lima bulan terakhir dipelihara oleh Suryadi, warga Desa Pandang Sebuat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

“Satwa ini diserahkan secara sukarela oleh warga pemeliharanya. Penyerahan ini atas kesadarannya,” kata Kepala BKSDA Kalbar, Sustyo Irino, dilansir Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (24/4).

Proses evakuasi beruk yang sudah diberi nama Nakuta oleh Suryadi ini dilakukan tim dari BKSDA Kalbar dan Dinas Kehutanan Sanggau.

Sustyo menyebutkan, beruk itu berasal dari hutan sekitar Ketapang. Sejak berusia lima bulan, satwa betina ini dipelihara Suryadi. “Sekarang umur Nakuta sudah 5,5 tahun,” jelas Sustyo.

Sebelumnya dilepasliarkan, Nakuta akan dititipkan ke Yayasan Kobus atau Sintang Orangutan Center untuk mendapatkan perawatan awal.

“Setelah itu dilakukan rehabilitasi lebih lanjut. Jika kondisinya membaik, maka akan dilepasliarkan ke habitatnya,” terang Sustyo.

Kepala BKSD Kalbar ini menyebutkan, sepanjang tahun ini ada beberapa warga yang secara sukarela menyerahkan orangutan yang dipelihara ke pihaknya.

Selain itu, BKSDA juga telah berhasil menyelamatkan sejumlah satwa dilindungi dari praktik perdagangan ilegal.

“Seperti perdagangan kucing hutan, beberapa waktu lalu. Dan kemarin perdagangan organ tubuh satwa untuk aksesoris, juga kita ungkap,” ujarnya.

Sustyo menjelaskan, kerap larinya orangutan ke pemukiman warga, dikarenakan merasa tergusur dari habitatnya. Dalam artian tergusur akibat dampak dari pembalakan atau pembakaran hutan.

Selain mengevakuasi orangutan, pihak BKSDA juga telah memberikan pembinaan keras terhadap warga yang menyiksa dua ekor satwa jenis beruk.

Sementara itu,Suryadi yang selama ini memelihara beruk itu baru menyadari, bahwa Nakuta termasuk satwa yang dilindungi dan dilarang untuk dipelihara, apalagi diperjualbelikan.

Terungkapnya penyiksaan terhadap beruk ini juga berawal dari postingan foto beruk di laman Facebook. Dalam postingan foto itu, dua ekor beruk diikat tergantung di bagian belakang sepeda motor berplat KB 4217 TF. (RK/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up