alexametrics

Jadi Korban Black Campaign, Timses Menawan Perkuat Koalisi

24 Maret 2018, 20:32:29 WIB

JawaPos.com – Mulai bermunculannya indikasi adanya black campaign (kampanye hitam) pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2018 ini, membuat tim sukses (timses) dari masing-masing pasangan calon (paslon) lebih memperkuat koalisi.

Juru Bicara Pasangan Calon Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut satu Ya’qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi, Dito Arief mengatakan, pihaknya berharap agar Pilkada Malang 2018 tidak diwarnai dengan penyebaran isu atau informasi palsu yang sengaja disampaikan untuk menjatuhkan citra.

Dia sendiri cukup menyesalkan, ada beberapa oknum yang menyebarkan info palsu langsung dari mulut ke mulut di masyarakat yang menyebut jika Ya’qud Ananda Gudban melakukan korupsi Rp 700 juta dari kasus APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015.

“Saya tegaskan jika Mbak Nanda masih diduga menerima suap dan angkanya bukan Rp 700 juta, tapi Rp 15 juta dan kasus ini belum terbukti secara hukum di persidangan,” kata Dito, Sabtu (24/3).

Dia mengungkapkan, hal itu didapatkan dari hasil temuan tim di lapangan, dimana ada beberapa oknum yang membicarakan perihal kasus suap P-APBD yang dihubungkan dengan tersangka dari dua calon wali kota. 

Dia menerangkan, oknum yang tidak diketahui itu membicarakan kepada masyarakat jika Nanda diduga menerima uang sebesar Rp 700 juta. Padahal, berdasarkan rilis dari KPK, Nanda Gudban diduga menerima Rp 15 juta, bukan Rp 700 juta seperti isu negatif yang beredar.

“Kalau mau berdemokrasi secara sehat di Pilkada Malang janganlah menyebarkan isu yang menyesatkan masyarakat. Kami sudah tekad bersama memerangi hoax dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Dito mengatakan, saat ini pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya pun masih akan terus melanjutkan proses kampanye. “Kampanye terus jalan dan Alhamdulilah, tim koalisi partai dan relawan makin solid dengan adanya kasus ini,” pungkasnya.

Dito mengaku, pihaknya juga termasuk yang menjadi sasaran black campaign paska penetapan tersangka KPK kepada Nanda. Misalnya unggahan yang menunjukkan Achmad Wanedi berminat menjadi pelaksana tugas jika paslon Menawan (menangkan Nanda-Wanedi) berhasil memenangkan pilkada. Pasalnya, menurut Dito, sebelumnya juga sempat menyebar isu bahwa Nanda bakal menjadi ‘boneka’ PDIP jika berhasil menduduki tampuk pimpinan Pemerintah Kota Malang. 

Dia pun mengungkapkan, Tim Menawan telah mengantongi nama-nama oknum yang diduga menyebarkan unggahan bernada negatif itu. “Kalau dari mana, kami tidak mau menuduh ya. Tetapi (selain unggahan itu) ada oknum-oknum di lapangan yang menyebutkan bahwa Mbak Nanda korupsi Rp 700 juta. Disebarkan dalam bentuk omongan ke masyarakat,” terangnya.

Namun untuk saat ini, pihaknya masih belum melaporkan adanya indikasi black campaign tersebut baik pada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) maupun pihak kepolisian.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (fis/JPC)

Jadi Korban Black Campaign, Timses Menawan Perkuat Koalisi