JawaPos Radar

Mahasiswa Diharapkan Berkontribusi Pada TNI

24/02/2018, 17:26 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Panglima TNI
SIDANG TERBUKA : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (dua dari kiri depan) saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (24/2). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu caranya melalui kemitraan dalam pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi dalam negeri.

"Sudah mulai berkembang (alutsista dalam negeri) dan salah satu pelopor yang bisa mendukung teknologi Indonesia adalah mahasiswa atau akademisi," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (24/2).

Hadi menegaskan, sekarang banyak masalah yang sedang dihadapi. Antara lain ancaman cyber, ancaman biologi dan kesenjangan. Penanganan ancaman-ancaman tersebut membutuhkan peralatan yang syarat dengan teknologi.

"Kami memerlukan peralatan untuk memitigasi itu. Siapa lagi kalau bukan lulusan universitas yang ada di Indonesia. Itu harapan utamannya. Sehingga produksi pertahanan kami benar-benar terdukung dengan kemampuan intelektual mahasiswa dan mahasiswinya," tegas Hadi.

Ancaman juga berasal dari luar. Seperti kasus penyelundupan 1,6 ton sabu yang terjadi di Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. Sinergi antara TNI Polri pun terus dilakukan. Sekaligus dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai.

"Salah satu hal yang berbahaya. (Saat ini) Sudah masuk pada darurat narkoba. Harus tangani bersama. Sinergitas TNI/Polri BNN dan Bea Cukai diperlukan untuk bisa menangkal siapapun yang ingin melaksanakan penyelundupan di Indonesia," tandasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up