JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kasihan! Sering Dipukuli Sang Ibu, Bocah 10 Tahun Pilih Minggat

Saat Kembali, Orang Tua Tak Menyambut

24 Januari 2019, 05:50:59 WIB
Kasihan! Sering Dipukuli Sang Ibu,  Bocah 10 Tahun Pilih Minggat
ILUSTRASI kabur dari rumah. Seorang anak kecil berusia 10 tahun nekat minggat dari rumah lantaran kerap dipukuli. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Informasi seorang bocah SD berusia 10 tahun tidak pulang ke rumahnya sejak Senin (21/1) siang, beredar cepat melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (22/1). Beberapa saat kemudian, kabar bahwa bocah tersebut telah pulang ke rumahnya, juga tersebar melalui grup layanan pemesanan itu.

Berdasarkan pengakuan sang bocah, dia minggat dari rumah karena sering dipukul sang ibu. Selain itu, dia juga sering disuruh melakukan pekerjaan rumah seperti memasak dan mengangkat air.

"Setiap pulang sekolah masak nasi. Ibu tidak ada. Ibu kerja," ujarnya dengan wajah sedih dan berlinang air mata, dikutip dari Harian Rakyat Kaltara (Jawa Pos Group), Kamis (24/2).

Namun, sang ibu berinisial Rn, membantah bahwa anaknya mendapat perlakuan kasar. Menurutnya, dia hanya sering melarang anaknya bermain sebelum makan.

"Kalau menegur dia, pasti lari. Tapi saya kadang larang dia main di luar. Kejadian seperti ini baru terjadi," ujarnya.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Bulungan Aiptu Lince Karlinawati ketika dikonfirmasi media mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan ibu bocah tersebut.

"Kami menanyakan apa yang terjadi. Setelah disimpulkan ternyata ada tindakan kasar dari orang tuanya yang tidak bisa diterima oleh anaknya. Kami mediasi ternyata ibunya sering marahi dan memukulnya," ujarnya.

"Kami melihat sendiri pada saat anak itu pulang dan bertemu dengan ibunya, tidak sedikit pun menyesali ataupun menyambut baik kedatangan anaknya, malah memarahi," sambungnya.

Dirinya pun mengingatkan orang tua bocah tersebut agar tak berlaku kasar. Jika mengulangi perbuatannya, pihaknya akan memproses. 

"Mendidik itu tidak mesti menggunakan cara yang kasar. Anak akan mengerti sendiri jika diberikan pengertian," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kaltara, Martina mengatakan akan berupaya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Orang tua, kata dia, harus tahu cara memperlakukan buah hatinya.

"Kami akan terus lakukan pendampingan secara pribadi dan pendekatan kepada orang tuanya, bagaimana mendidik anak dengan baik," ujarnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Jpg
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up