alexametrics

Dampak Tiket Mahal, Pelaku Usaha Pariwisata Berpotensi Rugi Miliaran

24 Januari 2019, 23:08:53 WIB

JawaPos.com – Kenaikan harga tiket pesawat khususnya rute domestik ternyata membawa dampak pada pelaku industri. Akibatnya, berpotensi terjadinya penurunan pendapatan pihak-pihak yang secara tidak langsung berhubungan dengan moda transportasi udara. Salah satunya adalah, pelaku industri pariwisata. Dimana pendapatan mereka datang dari wisatawan yang datang.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepri, Irwandi Azwar mengatakan, hitungan kasar ASPPI atas kondisi yang terjadi akan menghadirkan potensi lose cukup besar bagi 75 agensi tarvel yang berada di bawah naungan ASPPI.

Menurut catatan mereka, jika kondisi harga tiket tidak kembali normal hingga Mei 2019 mendatang, potensi kerugian bisa mencapai Rp 10 sampai Rp 15 miliar.

“Itu baru dihitung dari pembatalan yang dilakukan sejumlah pelanggan di agensi travel saja. Belum lagi industri turunan pariwisata lain yang jumlahnya juga tidak sedikit,” jelasnya, Kamis (24/1) di Batam.

Kondisi ini, diakui Irwandi sungguh tidak mengenakan. Ia mengungkapkan, tingginya harga tiket pesawat untuk rute domestik, ditambahlagi dengan kebijakan bagasi berbayar cenderung mencekik.

Ini sangat dirasakan sluruh elemen masyarakat. Padahal, pemerintah tengah mencanangkan pengembangan program pariwisata. Seharusnya, itu bisa ditopang oleh kebijakan yang pro terhadap program tersebut.
Yang terjadi justru sebaliknya. Maskapai yang menjadi salah satu elemen penting untuk memobilisasi wisatawan, malah menghadirkan kebijakan kontra dengan pengembangan pariwisata.

“Masalah kita ini dua-duanya. Kalau bisa harga tiket dan bagasi jangan diberlakukan. Sekarang ini sudah ada 10 ribu wisnus (wisatawan nusantara) yang sudah membatalkan. Dari kita saja sampai akhir Februari ini (Februari 2019),” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Kepri, Surya Wijaya. Aspabri yang membawahi 50 agensi travel ini juga melihat potensi lose yang besar dengan tingginya harga tiket pesawat.

Kondisi yang saat ini terjadi, katanya, sudah berdampak pada tingkat hunian hotel di Batam. Omzet pelaku usaha oleh-oleh, hingga kawasan pariwisata semakin sepi pengunjung.

Menurutnya, kondisi harus segera disikapi pengambil kebijakan di tingkat pusat. Jika tidak, diyakini akan membawa dampak pada layunya sektor pariwisata di daerah-daerah yang semula digaungkan sebagai sumber pendapatan baru bagi Indonesia.

“Tidak ada lagi orang liburan ke Batam. Berpengaruh pada hunian hotel, dan daya beli produk-produk oleh-oleh di Batam dan Kepri. Sabtu dan Minggu biasanya hunian hotel full, sekarang tinggal hanya 50 persen saja,” jelas Surya.

Disaat yang sama, lanjut Surya lagi, kondisi ini dimanfaatkan oleh wisatawan untuk pergi keluar negeri. Dimana harga akomodasi menuju destinasi wisata di luar negeri justru jauh lebih murah dibandingkan dengan rute domestik.

Ini tidak hanya menandakan berkurangnya pergerakan massa wisnus di berbagai daerah di Indonesia. Tapi juga menghilangkan arus transaksi produk-produk lokal yang baru mulai terlihat di Kepri.

Jika dibandingkan dengan wisman, wisatawan lokal jauh lebih konsumtif ketika melakukan perjalanan pariwisata di suatu daerah. Sehingga, dampak ramainya wisnus yang memilih keluar negeri akan sangat dirasakan dan cenderung mempengaruhi perekonomian masyarakat.

“Pembatalan itu jelas ada, karena mereka berhitung dengan harga tiket sangat tinggi. Saat ini kita agensi travel kadang jemput tamu itu keluar negeri, mereka memilih langsung. Padahal, biasanya dari Batam dulu baru menyeberang ke Singapura atau Malaysia. Jadi Batam sudah ditinggalkan,” kata Surya lagi.

Lebih jauh lagi, Surya bersama pelaku industri pariwisata yang ada di Kepri berharap, pemerintah bisa mengmbil sikap dengan membuat kebijakan yang tidak memberatkan masyarakat.

Pemberlakuan bagasi berbayar di tengah tingginya harga tiket, dinilai menjadi hal yang sama sekali tidak berpihak pada sektor pariwisata.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Bobi Bani

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Dampak Tiket Mahal, Pelaku Usaha Pariwisata Berpotensi Rugi Miliaran