JawaPos Radar

300 Ekstasi Asal Malaysia Gagal Diedarkan

24/01/2018, 15:34 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Narkoba
Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser (tiga kanan) dan sejumlah aparat penegak hukum menunjukkan barang bukti narkoba. (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasinal (BNN), BNN Provinsi Aceh dan BNN Kota Langsa berhasil membongkar jaringan narkoba Malaysia-Aceh. Sebanyak 300 pil ekstasi diamankan dari dua tersangka.

Tersangka MI ditangkap di Desa Ganevo Bukit Selamat, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (20/1) lalu sektar pukul 12.00 WIB. Petugas menghadang pemuda berusia 28 tahun itu saat melintas mengendarai sepeda motor.

"Setelah digeledah ditemukan sebanyak tujuh bungkus sabu dan tiga bungkus ekstasi dalam tas tersangka MI," jelas Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser saat dihubungi JawaPos.com dari Banda Aceh, Rabu (24/1).

Petugas kemudian melakukan pengembangan. Hasil pemeriksaan terhadap MI diketahui bahwa barang haram itu didapat dari seseorang berinisial AF. Petugas langsung bergerak dan berhasil menangkap AF di rumah mertuanya, Jalan Gajah Merah, Kecamatan Sungai Raya.

Adapun pil ekstasi yang sita berasal dari Malaysia. Pelaku menyelundupkannya melalui jalur laut dengan perahu motor. Selain sabu dan ratusan pil ekstasi, tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Seperti tiga unit handphone, dua unit sepeda motor, dan dua lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Kedua pelaku akan diboyong ke BNN Pusat di Jakarta guna penyelidikan lebih lanjut," ujar Faisal.

Ungkap kasus jaringan narkoba internasional ini merupakan hasil koordinasi antara BNN dengan Polisi Diraja Malaysia. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up