alexametrics
Fornas Perempuan Bhineka Tunggal Ika

Hari Ibu, Momentum Memperkuat Kebhinekaan dalam Bingkai NKRI

23 Desember 2018, 08:39:00 WIB

JawaPos.com – Fornas Perempuan Bhineka Tunggal Ika mendeklarasikan keberagaman untuk mewujudkan Indonesia damai. Deklarasi bertepatan dengan peringatan Hari Ibu 22 Desember.

Ketua Panitia Deklarasi Fornas Perempuan (BTI), Liza Darmawan di Gedung Stovia Jakarta, mengatakan deklarasi yang dilaksanakan seiring Hari Ibu mengusung tema “Mencintai keberagaman, perempuan wujudkan Indonesia damai”.

“Upaya ini menjadi bentuk sumbangsih kami semua untuk melestarikan keberagaman melalui Pancasila dan mengedepankan toleransi melalui pemberdayaan perempuan Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan itu hadir perempuan dari berbagai kalangan yang berbeda profesi, status, dan latar belakang termasuk tokoh di antaranya Omi Komaria Madjid dan aktivis perempuan Siti Musdah Mulia.

Istri budayawan (Alm) Nurcholis Madjid, Omi Komaria Madjid membagi pengalamannya tentang betapa Cak Nur sang suami adalah sosok yang senantiasa menjadikan Pancasila sebagai panutan semasa hidupnya.

“Ajaran berlandaskan Pancasila dan nilai-nilainya diterapkan selalu kepada kami semua dan anak-anak,” katanya.

Aktivis perempuan Siti Musdah Mulia dalam sambutannya mengatakan kaum perempuan Indonesia memiliki andil turut serta memerdekakan Indonesia. Oleh karena itu ia menegaskan pentingnya perempuan untuk melek politik karena hingga saat ini perempuan masih terjerat beragam problem sosial, gangguan pendidikan, gangguan reproduksi, hingga menjadi korban human trafficking.

“Melalui forum ini diharapkan perempuan bisa mengambil peran sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa, agama, dan negara,” katanya.

Dewan Pakar Fornas Bhineka Tunggal Ika, Irene Gayatri dalam kesempatan itu menekankan pentingnya keterlibatan dan peran perempuan dalam dunia politik sebagai upaya untuk mencegah konflik dan ekstrimisme.

“Perempuan bisa mencegah dorongan negatif untuk melakukan hal-hal yang tidak baik termasuk bentuk-bentuk ancaman yang merugikan,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Umum Fornas Bhineka Tunggal Ika, Syaiful Arif yang juga hadir mengatakan di sebuah negeri dengan keberagaman yang tinggi seperti Indonesia, maka ideologi Pancasila merupakan pilihan yang tidak terelakkan.

Sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir banyak hal terjadi yang sudah mulai melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap Pancasila. Hasil survei berbagai lembaga juga mengejutkan ketika kecenderungan masyarakat untuk lebih memilih dasar negara khilafah justru semakin kuat ketimbang memilih Pancasila.

Oleh karena itu, pihaknya menginisiasi pendirian Sekolah Pancasila yang diperuntukkan bagi semua anak Indonesia.

“Sekolah Pancasila ini kami anggap penting, jadi kami buka gratis pendaftaran bisa melalui Fornas perempuan,” katanya.

Para perempuan pun kemudian membacakan deklarasi secara bersama sekaligus sebagai pernyataan sikap untuk mendukung pemerintah yang sah yang terpilih berdasarkan proses demokrasi, mendukung Pancasila, UUD 1946, dan NKRI sebagai pandangan dasar negara dan negara Republik Indonesia dan memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (yes/JPC)


Close Ads
Hari Ibu, Momentum Memperkuat Kebhinekaan dalam Bingkai NKRI