alexametrics

Golput Bukanlah Pilihan, Generasi Milenial Harus Melek Politik

23 Desember 2018, 16:26:37 WIB

JawaPos.com – Fenomena golput di kalangan muda Indonesia tergolong masih cukup tinggi. Angkanya bahkan ditaksir melebihi 15 persen.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU Dadang Darmawan mengatakan, Golput bukanlah pilihan di era demokrasi. Dari berbagai sumber yang dihimpun, angka golput memang cukup tinggi. Angkanya hingga melebihi 15 persen. 

Pada Pileg 2009, jumlah golput mencapai 29,1 persen. Pada Pilpres tahun yang sama, jumlah pemilih yang tak menggunakan suaranya berjumlah 28,3 persen. Keberadaan golput berlanjut di Pileg 2014, dengan 24,89 persen pemilih masuk kategori ini.

Pada saat Pilpres 2014, angka golput mencapai titik tertinggi yakni 30 persen lebih dari jumlah pemilih. Menurut Dadang, angka golput yang tinggi mempunyai pengaruh besar terhadap kondisi perpolitikan di Indonesia. 

“Golput sebenarnya adalah sebuah fakta sosial dalam melawan kekuasaan atau ekspresi protes terhadap pemerintah. Apalagi sejak 73 tahun demokrasi berlangsung di Indonesia, gerakan tersebut tak membuat perubahan apapun terhadap bangsa dan negara,”  ungkap Dadang yang juga calon anggota DPD RI itu, Minggu (23/12). 

Para pemilih yang golput seakan memberikan protes. Bahwa para calon yang ada diyakini belum bisa melakukan perbaikan. Sehingga bila akhirnya mereka yang terpilih duduk sebagai penguasa bukan orang yang tepat, maka dikhawatirkan berakibat pada penindasan.

“Pemimpin seharusnya adalah seorang yang paling bijaksana sehingga dapat menciptakan bangsa yang bermartabat, jika tidak maka yang terjadi adalah Penindasan,” ujar aktifis reformasi itu. 

Dia mengimbau, para generasi milenial untuk tidak skeptis terhadap politik. Karena generasi milenial punya peran besar. “Generasi milenial harus melek politik, ikut berpolitik dan ikut menentukan masa depan di negara kita hari ini dan ke depan,” ungkap Mantan Ketua Umum Badko HMI Sumut itu. 

Generasi milenial, menurut Dadang saat ini banyak yang anti politik. Mereka juga selektif dan kritis. “Golput tidak menjadi pilihan yang tepat dalam bernegara. Karena pasti tidak akan menghasilkan apapun dalam proses demokrasi dan pembangunan politik,” pungkasnya. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (pra/JPC)



Close Ads
Golput Bukanlah Pilihan, Generasi Milenial Harus Melek Politik