alexametrics

Unud Bali Sikapi 42 Kasus Kekerasan Seksual Versi Temuan LBH

23 November 2021, 09:32:39 WIB

JawaPos.com–LBH/YLBHI Bali menyatakan, setidaknya ada 42 kasus kekerasan seksual di Universitas Udayana (Unud) Bali. Data tersebut diperoleh ketika LBH Bali bersama mahasiswa Unud membuka posko pengaduan bersama mahasiswa Unud pada akhir 2020.

”Pelaku kekerasan seksual di Unud mulai dari dosen, mahasiswa, masyarakat umum, wiraswasta, bahkan buruh bangunan dan pedagang sekitar kampus,” kata Direktur LBH/YLBHI Bali Ni Kadek Vany Primaliraning  seperti dilansir dari Antara.

Rinciannya, lanjut dia, dari kalangan wiraswasta dua pelaku, mahasiswa 26 pelaku, dosen lima pelaku, karyawan dua pelaku, masyarakat umum empat pelaku, pedagang sekitar kampus satu pelaku, dan buruh bangunan satu pelaku.

Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Udayana I Nyoman Gde Antara mengatakan, saat ini seluruh kegiatan akademik tidak diizinkan dilakukan di luar aktivitas kampus. Tujuannya untuk meminimalkan terjadinya pelecehan seksual tersebut.

”Kami melarang untuk melakukan kegiatan akademik di luar kampus atau di luar kantor, itu sudah pasti. Saat terbentuknya satgas nanti, mereka bertugas mulai dari pencegahan hingga pendampingan terhadap korban,” kata I Nyoman Gde Antara.

Dia mengatakan, aktivitas akademik bagi seluruh civitas akademika hanya boleh dilakukan pada waktu pembelajaran yang sesuai. Para korban juga diminta untuk melapor sehingga bisa segera diproses lebih lanjut.

”Kalau tidak dibantu dari keberanian korban untuk melapor, di sini akan memelihara predator-predator di kampus dan tidak akan tersentuh selamanya. Siapapun korbannya melalui saluran yang dibuat satgas bisa dideteksi manakala ada kejadian-kejadian akan segera mungkin bisa ditindaklanjuti untuk mencegah hal-hal yang lebih parah lagi,” jelas I Nyoman Gde Antara.

Dia menegaskan, tidak akan melindungi hal-hal berkaitan dengan pelanggaran itu. Dia menginginkan Universitas Udayana menjadi lembaga pendidikan tinggi yang steril dan aman bagi seluruh mahasiswa dalam menuntut ilmu.

Menurut dia, perlindungan bagi mahasiswa penting dilakukan. Selain bisa menyerap keilmuan, juga bisa menyelesaikan tugas mereka tepat pada waktu.

”Mungkin ini sudah seperti fenomena gunung es dan hampir seluruh Indonesia terjadi hal hal sedemikian rupa. Yang penting bagaimana sekarang ke depan ini mencegah supaya tidak ada satu pun korban seperti itu. Jadi kami akan melakukan apapun sehingga nanti kampus universitas Udayana itu steril dari kasus kekerasan seksual,” ucap I Nyoman Gde Antara.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: