alexametrics

Ramai Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UGM, Berikut Kronologinya

23 November 2018, 22:25:11 WIB

JawaPos.com – Pelan tapi pasti, kejanggalan-kejanggalan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang sempat terjadi di KKN mahasiswa UGM 2017 di Pulau Seram, Maluku terungkap ke permukaan. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Adam Pamudhi Raharjo.

Kepada JawaPos.com, Adam sempat mengungkapkan kronologis kejadian tersebut. Dari informasi yang didapatkannya, terdapat beberapa kejanggalan. Sore sebelum peristiwa pada Juli 2017 tersebut, di lokasi kejadian itu cuaca sudah mendung. Hujan ringan hingga deras sudah mulai dirasakan.

“Teman-temannya (korban) sudah tidur antara jam 8-9 (malam) kok dia keluar meninggalkan itu. Katanya janjian sama Mbak Novi di rumahnya Pak Sirda. (Jarak) dari tempat kosnya sekitar 200 meter,” kata Adam saat ditemui di kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ, Jumat (23/11).

Dalam perjalanan itu, memang melewati tempat menginap terduga pelaku HS. Jarak dengan rumah kos korban, hanya kisaran 50 meter saja. “Terus ada anak-anak duduk di (sekitar) situ, terus dia minta diantar oleh remaja lokal dua itu,” katanya.

Sampai di tempat menginap HS, saat itu ada seorang teman kos dari terduga pelaku keluar rumah. “Saya herannya kok mau ke tempat Mbak Novi kok nggak ikut ke sana, itu keanehan pertama,” katanya.

Setelah itu, penyintas duduk di ruang tamu. HS kemudian tidur di kamar. Informasi yang didapat, 2 orang lokal itu menawarkan untuk diantar pulang. “Tapi nggak mau katanya nggak enak sama ibu (ibu kos). Tapi sebenarnya dia mengetuk kamarnya, mbaknya yang sedang tidur itu bisa. Bisa dimungkinkan ngetuk membangunkan. Ada opsi lain selain menginap. (Jadi jarak antara menginap HS dengan kos korban) itu cuma 50 meter. Tiga rumah saja,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, di rumah tempat HS menginap memang juga ada seseorang di dalamnya. Namun, dirinya tak tahu persis di mana saat kejadian tersebut.

Peristiwa itu, seingatnya terjadi pada hari Jumat. Kemudian beberapa hari selanjutnya, ia mendapat laporan, dan HS mengakui kesalahannya. “HS memang salah, dan dia mengakui kesalahannya. Kalau saya sebagai pria, seharusnya tidur di luar (bukan di dalam rumah),” katanya.

Atas kejadian itu, pihaknya pun langsung menggelar sidang. Pihak laki-laki yang dalam hal ini HS langsung diberi hukuman berupa ditarik dari KKN.

Sebelumnya, mahasiswa teknik UGM, HS diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap rekannya saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Provinsi Maluku pada 2017 silam. Kasus itu kembali mencuat beberapa waktu belakangan. Korban pun yang diketahui dari mahasiswi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) saat ini masih mendapatkan pendampingan psikologi.

Dalam penanganan kasus ini pihak UGM telah membentuk tim etik. Guna pengumpulan data yang nantinya menjadi bahan pertimbangan bagi universitas untuk menentukan langkah ke depan.

Selain itu Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ pun juga telah menurunkan tim. Lembaga pemerintah pemantau pelayanan publik itu menyoroti bagaimana kampus melakukan upaya penyelesaian kasus ini.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Ramai Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UGM, Berikut Kronologinya