alexametrics

Dosen Pembimbing Ungkap Alasan Pemberian Nilai KKN Penyintas

23 November 2018, 23:00:36 WIB

JawaPos.com – Nilai C dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diberikan kepada terduga korban pelecehan seksual mahasiswi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bukan tanpa alasan. Dalam KKN ia diketahui lemah dalam komponen kedisiplinan dan penghayatan KKN.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Adam Pamudji Raharjo mengatakan, dalam memberikan nilai KKN kepada mahasiswanya melalui berbagai pertimbangan. Yaitu dilihat dari komponen-komponen general tes, laporan rencana kegiatan, laporan disiplin. Kemudian komponen penghayatan, kerjasama, pelaksaan, hingga responsi.

“Dia jatuhnya di komponen disiplin dan penghayatan. Itu lemah nilainya jadi rendah. Dia tidak bisa menghayati tata nilai di situ,” katanya, saat ditemui di kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ, Jumat (23/11).

Di lokasi KKN tersebut, budaya masyarakat di sana cukup agamis. Namun, ia mendapatkan selentingan ada beberapa mahasiswa dan mahasiswinya dinilai negatif. “Pergaulan yang ditunjukkan (peserta KKN) mungkin di situ masih tabu. Karena sudah dibekali sejak awal (peserta KKN) harus mengikuti norma-norma setempat,” katanya.

Sementara penyebab komponen kedisiplinan yang lemah, karena terduga korban keluar pada malam-malam. Yaitu saat peristiwa dugaan pelecehan tersebut terjadi.

Mengenai hari-hari sebelum kejadian apakah juga sering keluar malam, Adam tak menjelaskannya. Ia mengaku tak tahu secara pasti perilaku mahasiswi itu dalam pergaulan. “Nilai C itu artinya ditawari untuk diberi kesempatan mengulangi kembali. Kasus asusila dan pelanggaran disiplin itu dipisahkan,” katanya.

Sementara untuk terduga pelaku yaitu HS, dilakukan tindakan tegas. Yaitu ditarik dalam KKN tersebut, kemudian diminta mengulang pada tahun selanjutnya.

Iva Ariani, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM sebelumnya juga mengatakan, untuk sanksi kepada HS memang harus mengulang KKN. Kemudian telah dilakukan pada 2018 ini. “Untuk penyintas sebelumnya memang nilainya C, tapi kemudian menjadi A/B,” ucapnya.

Untuk diketahui, mahasiswa teknik UGM, HS diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap rekannya saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Provinsi Maluku pada 2017 silam. Kasus itu kembali mencuat beberapa waktu belakangan. Korban pun yang diketahui dari mahasiswi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) saat ini masih mendapatkan pendampingan psikologi.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dosen Pembimbing Ungkap Alasan Pemberian Nilai KKN Penyintas