alexametrics

Perusahaan Penumpah Minyak di Teluk Bayur September 2017 Belum Dihukum

23 November 2017, 11:22:35 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Kota Padang Sumatera Barat belum memberikan sanksi kepada perusahaan yang mengakibatkan 50 ton produk minyak sawit tumpah di Pelabuhan Teluk Bayur Padang. Padahal, peristiwa akhir September 2017 yang mencemari lingkungan dan sekitarnya itu sudah hampir dua bulan berlalu.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang berdalih butuh waktu tiga bulan ke depan untuk melakukan pemantauan atas dampak lingkungan. Lokasi tumpahan minyak tersebut merupakan kawasan publik berupa lautan.

Kepala DLH Kota Padang Al Amin menyebutkan, kajian sementara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah dilakukan. Namun, masih harus ada pengawasan minimal tiga bulan lagi untuk memastikan adanya kerusakan lingkungan laut atau tidak.

Hasil kajian jangka panjang ini nantinya yang akan digunakan sebagai acuan pemberian sanksi bagi perusahaan terkait. ”Dalam waktu tiga bulan ke depan kami terus memantau kondisi air laut dan terumbu karang sekitar Teluk Bayur,” kata Amin kepada JawaPos.com, Kamis (23/11).

Untuk sementara, hasil pengecekan di lapangan dan uji laboratorium terhadap laut dan terumbu karang belum ditemukan permasalahan akibat tumpahan produk turunan sawit di Perairan Teluk Bayur.

Namun, jika dalam pemantauan tiga bulan ke depan ditemukan adanya kerusakan dan dampak lingkungan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada perusahaan. ”Jenis sanksinya harus melihat kerusakan yang terjadi terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, hasil kajian dari pemerintah pusat juga belum dikirim ke daerah. Hasil kajian itu bakal disatukan dengan hasil pemantauan selama tiga bulan ke depan untuk dijadikan dasar pemberian sanksi. Sembari menunggu hasil kajian dari pusat tersebut, lanjutnya, DLH Kota Padang tetap melakukan pemantauan secara berkala.

”Permasalahan lingkungan bukan hal yang main-main dan harus terus dikawal bersama,” kata Amin. Dia juga berharap kejadian serupa tidak terulang. Apalagi itu menyangkut lingkungan. ”Mereka harus melengkapi tanggap darurat dan juga pengelolaan lingkungan dengan baik,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 50 ton fatty acid atau produk turunan minyak sawit (CPO) tumpah di perairan Teluk Bayur akhir September 2017. Tumpahan terlacak oleh tim Gakkum KLHK di beberapa pulau yang jaraknya tidak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur. Meski pihak KLHK menyebutkan ada pencemaran lingkungan, namun dampak kerusakan lingkungan final belum dikeluarkan sampai kini.

Editor : admin

Reporter : (ce1/rcc/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads
Perusahaan Penumpah Minyak di Teluk Bayur September 2017 Belum Dihukum