JawaPos Radar

Lebih dari 1.500 Keris Sitaan Lengkapi Koleksi Museum Keris Kota Solo

23/11/2017, 15:16 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Museum Keris
KOLEKSI BERTAMBAH: Pemkot Solo akan menerima hibah keris dari Kemendikbud sebanyak 1.500 buah. Rencananya, keris ini akan didisplai di Museum Keris, Solo. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemkot Solo diagendakan menerima hibah 1.500 keris dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Keris-keris itu  sebagian besar hasil sitaan pihak bea cukai. Pemkot Solo segera melayangkan surat ke Kemendikbud untuk mengambil keris-keris hibah tersebut.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo kepada JawaPos.com mengatakan, hibah itu menambah koleksi Museum Keris yang baru dibuka. Saat ini jumlah koleksi di Museum Keris lebih dari 600 buah.

''Kalau ditambah dengan keris hibah ini jumlahnya lebih dari 2.000 keris. Sebenarnya jika dihitung total jumlah keris yang akan dihibahkan lebih dari 1500 buah. Karena, sebagian ada yang belum ada kerangkanya, kalau yang sudah ada tinggal pasang saja,'' terang Rudy seusai Dialog Budaya di Hotel Dana, Solo, Kamis (23/11).

Museum Keris
TIGA KALI LIPAT: Koleksi Museum Keris, Solo masih 600 buah. Tambahan 1.500 keris hibah bakal tidak tertampung di museum itu. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Untuk mengambil keris hibah, pemkot melibatkan sejumlah kurator. Pihak itu ditunjuk untuk memastikan sejarah keris. Lantaran jumlah keris terlalu banyak, pengambilan tidak dapat dilakukan menggunakan jalur udara (pesawat).

''Kami nantinya ajak kurator. Sedangkan untuk pengangkutan menggunakan jalur darat. Kalau pesawat jelas tidak muat, karena jumlahnya sangat banyak. Nantinya, setelah dicek oleh kurator rangkanya langsung digrafir sebagai tanda,'' terang pria yang akrab disapa Rudy.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pemkot Solo Kinkin Sultanul Hakim mengatakan, semua keris yang akan diterima dari pemerintah pusat akan dipajang di Museum Keris.

Dengan tempat yang terbatas, instansinya akan memajangnya secara bergantian. Sehingga, semua koleksi bisa dinikmati oleh para pengunjung museum.

''Koleksi ini akan buruk jika (display-nya) tidak ada perubahan, makanya semakin bertambahnya koleksi ini bisa menampilkan banyak masterpiece. Dengan cara bergantian, pengunjung dapat datang untuk kedua kalinya melihat koleksi museum yang berbeda dengan sebelumnya,'' ungkap Kinkin.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up