JawaPos Radar

Disbud Solo Ajak Generasi Muda Lestarikan Keris

23/11/2017, 15:42 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Keris
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memberikan sambutan dalam kegiatan dialog budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Solo di Hotel Dana, Jalan Slamet Riyadi, Kamis (23/11). (Ari Purnomo/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Solo mengadakan dialog budaya bertema “Keris Sebagai Warisan Dunia Dalam Aktualisasi Kekinian”. Acara yang melibatkan para kurator, budayawan, sejarawan dan pihak terkait itu diadakan di Hotel Dana, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/11).

Dialog diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat terkait salah satu warisan budaya Indonesia, yakni keris. “Kami ingin mengedukasi masyarakat terkait keris. Termasuk juga untuk mengunggah para generasi muda agar mau untuk ikut melestarikan keris,” terang Kepala Disbud Kota Solo Kinkin Sultanul Hakim saat ditemui JawaPos.com di sela-sela kegiatan.

Menurut Kinkin, selama ini masih banyak yang kurang peduli terhadap salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO tersebut. “Keris itu, kita sebagai pembuatnya dan ternyata kekaguman itu mendunia. Sehingga keris ditetapkan sebagai warisan dunia. Maka dari itu, kami ingin agar masyarakat mau untuk memelihara, merawat dan menjaganya,” kata Kinkin.

Jangan sampai keris justru dikagumi oleh warga dari luar negeri yang notabene bukan pembuat keris. Sementara di Indonesia sendiri kurang mendapatkan perhatian.

Sebagai salah satu dampaknya adalah banyak praktik jual beli keris yang sudah masuk sebagai benda cagar budaya tersebut. Kinkin mengatakan, praktik jual beli bilah keris cukup tinggi. Ini seperti terlihat dari banyaknya sitaan dari bea cukai yang mencapai lebih dari 1.500 buah.

Padahal sudah ada Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. “Di undang-undang ini sudah jelas bahwa sesuai yang masuk sebagai cagar budaya dilarang untuk diperjualbelikan. Tetapi saya melihat bukan karena tidak dihargai, tetapi ada orang yang tidak memahami tentang regulasi melihat ini sebagai peluang bisnis,” tandasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up