alexametrics

Buruh Kecewa, Nilai Upah Versi Gubernur Lebih Rendah Dari Wali Kota

23 November 2015, 08:20:00 WIB

Jawapos.com- Gubernur Jawa Barat sudah mengeluarkan keputusan terkait kenaikan upah minimum. Nilainya sebesar 11,5 persen. Kebijakan inipun langsung mendapat reaksi keras dari kalangan buruh. Karena dianggap bertentangan dengan hasil UMK yang diputuskan Bupati/wali kota.

''Keputusan ini sangat menyakitkan kaum buruh,'' kata Ketua KSPSI Jabar, Roy Jinto dilansir Radar Bandung (Jawa Pos Group), kemarin (22/11). Terlebih kata Roy, banyak bupati/wali kota di Jabar yang menaikkan UMK lebih dari angka tersebut.

Daerah yang berani menaikkan di atas 11,5 persen itu, kata Roy, di antaranya Kota Bandung, Depok, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Bandung, dan Purwakarta.

“Kenapa Gubernur tidak. Tentu buruh kecewa, khususnya di daerah tersebut,” katanya.

Dengan keputusannya tersebut, Roy menilai, Heryawan telah  mengabaikan Pasal 88 dan 89 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.
''Harusnya Gubernur memperhatikan rekomendasi dewan pengupahan dan bupati/wali kota. Ini malah sebaliknya, diturunkan dan disamaratakan. Lalu buat apa ada  rekomendasi Bupati/wali kota kalau memang tidak diperhatikan,'' kesalnya.

Atas keputusan ini, Roy mengatakan buruh akan berencana melakukan aksi unjuk rasa. Selain itu pihaknya menyiapkan pengajuan gugatan hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

“Ada juga aksi mogok besar-besaran di beberapa titik di wilayah Jawa Barat. Ini mendukung aksi mogok nasional mulai anggal 24-27 November. Agenda mogok nasional ini sudah direncanakan jauh hari sebelumnya,” bebernya.

Seperti diketahui, Gubernur Jabar melalui Keputusan Gubernur Nomor 561/Kep.1322-Bangsos/2015 menetapkan kenaikkan UMK di Jabar besarannya sama yakni 11,5 persen. Berdasarkan hasil itu, Kabupaten Karawang menjadi yang tertinggi dengan Rp 3.330.505.

Sedangkan Kabupaten Pangandaran memiliki UMK terendah yakni Rp 1.324.620. Heryawan mengatakan, seharusnya bupati/wali kota mengikuti PP 78/2015 yakni menaikkan UMK 11,5 persen.(agp/afz/JPG)

Editor : afni



Close Ads
Buruh Kecewa, Nilai Upah Versi Gubernur Lebih Rendah Dari Wali Kota