alexametrics

Petaka di Pagesangan, Anak Buah Risma Salahkan Pengemudi Pajero Sport

23 Oktober 2018, 20:49:30 WIB

JawaPos.com- Hingga Selasa (23/10), belum ada pihak yang bertanggung jawab atas tragedi KA Sritanjung yang menabrak Pajero Sport di perlintasan Pagesangan, Surabaya. Berbagai pihak saling lempar. Bahkan, Dishub Kota Surabaya menyalahkan Gatot Sugeng Priyadi, pengemudi Pajero Sport. 

Dasarnya adalah Peraturan Menteri (PM) No. 72 Tahun 2009, Undang-undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan No. 22 Tahun 2009, dan Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2011. Peraturan tersebut memprioritaskan perjalanan kereta api ketimbang pengendara kendaraan yang melintas. 

Kepala Bidang Angkutan Dinas Pehubungan Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, secara teknis, setiap pengendara kendaraan wajib berhenti jika ada perlintasan sebidang di depannya. Tidak peduli ada palang pintunya atau tidak. 

Tundjung menjelaskan, jika palang pintu itu bukan rambu atau alat untuk menghentikan perjalanan pengendara. Melainkan alat bantu untuk melancarkan perjalanan kereta api. Hal itu, tertuang dalam PM No. 72 tahun 2009. “Jadi, itu (tragedi perlintasan Pagesangan) bukan kecelakaan kereta api. Tapi, pelanggaran lalu lintas. Nah, kalau saya melihat kejadian itu, lalu salah siapa? Ya, iya (salah korban). Makanya, ada rambu Stop,” jelas Tundjung kepada JawaPos.com, Selasa (23/10). 

Ditanya apakah ada unsur kesalahan juga dari aspek keretanya sendiri, Tundjung tidak berkomentar. Anak buah Tri Rismaharini itu hanya mengatakan, secara teori, kereta butuh setidaknya 550 meter sebelum mengerem dan berhenti pada jarak setelahnya. 

Untuk itu, dia berpendapat jika perlintasan Pagesangan memang selayaknya ditutup. Tundjung menuturkan sejumlah alasan. Menurutnya, perlintasan tersebut masuk dalam kategori resmi tanpa penjagaan.

Selain itu, kondisi medan di perlintasan Pagesangan tidak memungkinkan jika membangun underpass atau overpass. Namun, dia mengatakan belum tahu kapan pastinya perlintasan itu ditutup permanen. “Tetap dimungkinkan akan ditutup. Tapi penutupan perlintasan itu wewenangnya Wali Kota (Risma, Red). Sebab kalau intensitas kereta apinya tinggi, kendaraan malah nggak bisa lewat,” terangnya.

 

Editor : Dida Tenola

Reporter : (HDR/JPC)



Close Ads
Petaka di Pagesangan, Anak Buah Risma Salahkan Pengemudi Pajero Sport