JawaPos Radar

Imbas KA Sritanjung Tabrak Pajero Sport

Perlintasan Pagesangan Masih Ditutup, Mobilitas Warga Terhambat

23/10/2018, 16:55 WIB | Editor: Dida Tenola
Perlintasan Pagesangan kereta tabrak pajero sport
Perlintasan KA Pagesangan masih ditutup hingga Selasa (23/10). (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Pasca kecelakaan maut yang melibatkan mobil Pajero Sport dengan KA Sritanjung, Minggu lalu (21/10), perlintasan Pagesangan masih ditutup. Hingga Selasa (23/10), akses warga dari Pagesangan menuju arah Masjid Al Akbar, maupun sebaliknya, masih terhambat.

Pantauan JawaPos.com, barisan water barrier bertuliskan Dishub masih menutup dua sisi perlintasan Pagesangan. Masih ada beberapa pengendara sepeda motor yang kecele. Mereka terpaksa putar balik saat diberitahu warga bahwa akses jalan masih ditutup.

Saat JawaPos.com ke perlintasan itu, kebetulan Kanitreskrim Polsek Jambangan Ipda Gusti sedang berpatroli. Dia tidak tahu sampai kapan perlintasan itu ditutup. Penutupan tersebut masih menunggu perbaikan tiang dan kabel listrik yang putus akibat tertimpa mobil Pajero Sport. "Sama menunggu perbaikan alarm juga. Mungkin juga menunggu pemasangan pintu otomatis, karena masih kami anggap membahayakan. Apalagi soal faktor kelalaian manusia," ujar Gusti. 

Salah seorang warga penjaga pintu palang bernama Sutrisno, 63, berharap perlintasan tersebut tetap terbuka. Dengan catatan, kondisinya sudah diperbaiki. Terutama soal alarm. 

Selain untuk keselamatan pengendara dan warga yang melintasi rel kereta, perlintasan itu juga sudah menjadi jalan alternatif. Sutrisno menuturkan, lalu lintas kendaraan didominasi aktivitas orang tua yang mengantar anak sekolah dan orang berangkat kerja. 

Tiap pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB, para orang tua yang mengantar jemput siswa SMAN 15, SMAN 18, SMPN 21, SMPN 36, SMPN 22, melalui perlintasan itu. Selain itu, banyak juga toko dan warung yang hidupnya bergantung pada lalu lalang kendaraan yang beristirahat saat melintas di perlintasan itu. 

"Ya otomatis, ekonomi mandek (berhenti) mas. Lha katah warung (banyak warung). Lek ditutup, kudu muter lewat (kalau ditutup harus mutar) Jalan Kebonsari baru Selatan, Gayungsari, baru ketemu Masjid Agung. Kira-kira 3 km lah," kata Sutrisno. 

 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up