JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dukung Literasi Keuangan, ASM Bagikan Asuransi Mikro Ke Petani Minsel

23 Oktober 2018, 07:48:46 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Dukung Literasi Keuangan, ASM Bagikan Asuransi Mikro Ke Petani Minsel
Ilustrasi petani di sawah kini punya kesempatan mendapatkan asuransi mikro, salah satunya diterbitkan PT Asuransi Sinar Mas dengan asuransi mikro Simas Petani. (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Program literasi keuangan kembali dilakukan PT Asuransi Sinar Mas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kali ini, program yang disertai dengan pemberian Asuransi Mikro petani ini dilakukan Petani di Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan, Sulut.

"Petani jadi salah satu sasaran program Literasi dan Inklusi Keuangan Asuransi Sinar Mas tahun ini. Selain petani, literasi keuangan juga diberikan kepada pelajar, pelaku UMKM dan santri", jelas Dumasi M M Samosir, Direktur PT Asuransi Sinar Mas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/10).

Menurutnya, sejumlah program literasi yang dilakukan pihaknya diharapkan bisa meningkatkan pemahaman sektor keuangan kepada petani. "Kami ingin petani juga mengetahui mengenai cara merencanakan dan mengelola keuangan dengan baik serta mengenal alat untuk mengelola keuangan yaitu asuransi", lanjut Dumasi.

Pada bagian lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Decky E Keintjem memberikan apresiasi Asuransi Sinar Mas yang mengadakan kegiatan literasi ini.

"Literasi keuangan kami nilai sangat penting karena tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Kami berharap petani dapat memanfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk menambah wawasan untuk mengelola keuangan yang dimiliki," jelasnya.

Seperti kegiatan literasi keuangan sebelumnya, pada acara ini peserta literasi juga mendapatkan perlindungan Kartu Asuransi Mikro Simas Petani.

Simas Petani merupakan asuransi kecelakaan diri yang memberikan perlindungan 24 jam terhadap resiko kematian dan cacat tetap akibat kecelakaan yang dijamin polis dan memberikan santunan tunai harian akibat demam berdarah.

Terdapat 2.000 an Petani di Amurang yang akan menerima perlindungan asuransi Simas Petani dan penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh 400 peserta yang mengikuti literasi hari ini.

Sepanjang 2018, ASM telah mengadakan literasi keuangan di kota Serdang Bedagai - Sumatera Utara, Mataram - Nusa Tenggara Barat, Padangsidimpuan, Belitung - Bangka Belitung dan Laguboti-Balige, Sumatera Utara.

=====

Surplus Beras 2,85 Juta Ton, Pemerintah Libatkan 5 Kementerian/Lembaga Buat Hitung
Kotak Masuk
x

Uji Sukma Medianti
06.53 (29 menit yang lalu)
ke saya

Jawapos.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah sudah menyempurnakan metode perhitungan produksi beras. Hal itu dikatakan Kalla saat memimpin rapat lanjutan lintas Kementerian dan Lembaga, Senin (22/10).

Pada rapat tersebut, terungkap bahwa pemerintah melakukan empat tahapan penyempurnaan metode perhitungan produksi beras dilakukan secara bertahap. Pertama, perhitungan luas lahan baku sawah nasional dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang dibantu oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kedua, perhitungan luas panen dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ketiga, perhitungan produktivitas per hektar dilakukan oleh BPS. Keempat, perhitungan konversi gabah kering menjadi beras oleh BPS.

“Upaya penyempurnaan ini dilakukan untuk memperbaiki kesalahan perhitungan produksi beras yang walaupun sudah diduga sejak lama, upaya kongkrit untuk memperbaiki metodologi perhitungan produksi beras baru dilakukan pada 2016,” kata Kalla dalam keterangan resmi, Senin (22/10).

Dari hasil penyempurnaan perhitungan produksi beras yang dibahas dalam rapat tersebut, dilaporkan oleh BPS kepada Wakil Presiden bahwa sampai dengan September 2018, data luas panen adalah sebesar 9,5 Juta Ha. Dengan memperhitungkan potensi sampai Desember 2018, maka luas panen 2018 diperkirakan mencapai 10,9 Juta Ha.

Berdasarkan perhitungan luas panen tersebut diperkirakan produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 49,65 Juta Ton sampai bulan September 2018. Berdasarkan perhitungan potensi produksi sampai Desember 2018, maka diperkirakan total produksi GKG tahun 2018 sebesar 56,54 Juta Ton atau setara dengan 32,42 Juta Ton beras.

Pada rapat tersebut juga terungkap bahwa konsumsi beras baik secara langsung di tingkat rumah tangga maupun konsumsi tidak langsung yang telah dimutakhirkan menurut BPS untuk tahun 2017 adalah 111,58 Kg/Kapita/Tahun atau 29,57 Juta Ton/Tahun.

“Dengan demikian, bila diasumsikan konsumsi beras yang telah disesuaikan untuk tahun 2018 sama dengan tahun 2017, maka selama tahun 2018 terjadi surplus beras sebesar 2,85 Juta Ton,” ujarnya.

(ask/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up