alexametrics

Cagar Alam Kersik Luway Terbakar, Petugas Minta Water Booming

23 September 2019, 17:05:08 WIB

JawaPos.com – Areal cagar alam Kersik Luway di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim), semakin kritis akibat terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (21/9). Anggrek endemik yang paling populer di daerah itu yakni anggrek Hitam (Coelogyne Pandurata), terancam ikut terbakar.

“Sekitar 100 hektar lahan yang terbakar di konsesi Kersik Luway. Kebakaran Lahan ini sudah hari yang ke tujuh. Jadi, masih ada titik api di beberapa tempat di dalam yang sulit dijangkau,” ujar Kepala Seksi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat, Seldas Limbong sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Senin (23/9).

Seldas menambahkan, titik api mula kebakaran diduga berasal dari areal perbatasan Kersik Luway dengan jalan hauling tambang batubara PT Gunung Bara Utama (GBU). Lalu, kebakaran lahan meluas di dalam areal cagar alam yang ditumbuhi berbagai anggrek.

“Kebakaran lahan di Kersik Luway, tersebar di pulau-pulau buatan dan sulit terjangkau. Namun, saat ini api dapat dikendalikan. Sekarang, perlu proses pendinginan di areal lahan yang terbakar dan kami meminta ada water booming ke instansi terkait untuk pemadaman,” ujar Seldas.

Terdapat 20 personel BPBD Kutai Barat yang turun memadamkan api dan memantau kebakaran. Mereka dibantu oleh warga kampung, pegawai instansi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan dan Kementerian Pertanian. Terdapat pula beberapa personel dari TNI Polri.

“Kersik Luway ini sangat penting kita jaga dari kebakaran lahan, karena tersimpan anggrek hitam yang merupakan ikon Kutai Barat, Kalimantan Timur bahkan Negara Indonesia. Maka itu, perlunya bantuan water booming untuk mencegah kebakaran lahan di sini,” ungkapnya.

Seldas menambahkan, kebakaran lahan sempat menjalar ke posko utama pemadam di Kersik Luway. Sehingga, petugas terpaksa mengungsikan peralatan dapur posko ke tempat aman. “Tadi, kebakaran jarak 30 meter dengan posko utama. Api sangat tinggi sekali dan bersyukur, kini kebakaran bisa dikendalikan,” ujar Seldas.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads