JawaPos Radar

Tidak Terima Ditegur Saat Konvoi, Rombongan PSHT Hajar Pengguna Jalan

23/09/2018, 16:32 WIB | Editor: Dida Tenola
Tidak Terima Ditegur Saat Konvoi, Rombongan PSHT Hajar Pengguna Jalan
Konvoi Anggota PSHT di Kota Malang (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com– Kericuhan terjadi antara rombongan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan pengguna jalan di Kota Malang, Sabtu malam (22/9). Keributan tersebut terjadi di dua lokasi, yakni di kawasan Bendungan Sutami dan wilayah Kecamatan Sukun.

Informasi yang didapat JawaPos.com, rombongan PSHT menggelar konvoi. Saat konvoi itulah, mereka diduga sempat melakukan tindakan kekerasan kepada pengendara motor.

Polisi telah mengamankan 43 orang peserta konvoi. Selain itu, 27 sepeda motor juga disita. Peristiwa itu juga telah beredar luas di Facebook.

Putra, salah seorang saksi, menceritakan, peserta konvoi tersebut sekitar 40 orang. Lantaran dianggap mengganggu hak jalan, beberapa pengendara umum menegur peserta konvoi saat melintas di Bendungan Sutami. Namun, pengendara tersebut justru dihajar. "Memang orangnya (pengendara umum) sudah menepi. Tiba-tiba ada (peserta konvoi) yang putar balik dan memukuli pengendara itu," ceritnya kepada JawaPos.com, Minggu (23/9).

Tidak sampai di situ, keributan antara rombongan PSHT dengan pengguna jalan juga terjadi di wilayah Kecamatan Sukun. Seorang pengguna jalan juga sempat mendapat bogem mentah dari peserta konvoi.

Sandi Purwanto Marta, korban pemukulan itu mengatakan,saat itu dirinya pulang dari tempat kerja. Tiba-tiba saja Sandi dipukul sebanyak tiga kali. “Saya jalan lalu dipukuli sebanyak tiga kali di bagian kepala sama punggung. Saya lalu berhenti karena takut di pukuli lagi,” ujar pemuda berusia 17 tahun tersebut.

Sandi pun langsung melapor ke Mapolsek Sukun. Dia datang bersama seorang driver ojek online yang juga menjadi korban.

Dikonfirmasi JawaPos.com, Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta membenarkan perisitiwa itu. Dia tidak tahu dari mana konvoi tersebut, yang jelas mereka memang tergabung dalam PSHT. “Ya ini kan PSHT. Ini kami tidak tahu datangnya dari mana. Di Sumbersari melakukan penganiayaan kepada warga, lalu lari ke arah Kasin. Warga yang bermalam mingguan bentrok di situ,” terang Anang.

Sementara itu Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri belum mengetahui secara persis kronologi kejadian tersebut. Namun berdasarkan informasi di  lapangan, kelompok yang konvoi tersebut merassa terganggu  karena ditegur oleh warga saat melakukan konvoi. "Mungkin emosi. Tapi belum tahu detailnya. Masih kami kembangkan," ujar Asfuri.

Secara terpisah, Ketua PSHT Cabang Kota Malang Robi Radiastanto Setya Darmawan membenarkan bahwa anggotanya terlibat kericuhan. Sebenarnya pihaknya sudah mengimbau agar mereka tidak konvoi. "Tahun lalu sudah imbau agar tidak konvoi, karena pasti akan terjadi hal seperti ini. Kemarin saya juga sempat kaget. Jam 23.30 diberi tahu, padahal kami sudah persiapan (acara wisuda anggota baru), ya sempat down," ungkap Robi.

Dia menerangkan, peserta konvoi ini akan menghadiri pengesahan atau wisuda adik tingkatnya. Acara itu digelar di dua tempat, yakni di Turen dan Tulungagung. "Tidak tahu mereka ini arahnya kemana (ke Turen atau Tulungagung, Red)," jelasnya.

Robi mengungkapkan, peserta konvoi ini merupakan anggota PSHT yang sudah disahkan. "Kebanyakan di anggota komisariat dari beberapa universitas di Malang," ungkapnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up