JawaPos Radar

Risma Ajak Siswa SD Ikuti Startup National Summit 2018

23/08/2018, 16:25 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan pers terkait Startup Nations Summit 2018. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Seminar Startup National Summit 2018 akan digelar di Grand City Surabaya pada 16-17 November mendatang. Semua warga Surabaya boleh berpartisipasi pada perhelatan tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dirinya mengutamakan anak muda usia produktif. Mulai dari siswa SD, SMP, hingga yang sudah lulus kuliah. Tujuannya untuk menumbuhkan dan membangun perspektif kreatif.

"Nanti selain rektor dari beberapa perguruan tinggi, saya juga akan undang beberapa kepala sekolah SMP dan SD. Supaya anak terlatih menjadi pribadi yang selalu berpikir beda," kata Risma di Balai kota Surabaya, Kamis (23/9).

Risma mengaku mendapat 4.000 surat lamaran untuk bekerja sebagai pegawai Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya. Bahkan ada seorang sarjana Matematika yang melamar sebagai anggota Satpol PP.

"Jadi setidaknya, anak-anak itu dapat menjadi pribadi mandiri dengan menggali potensi diri. Lalu mulai membangun kerja sama atau kolaborasi dengan pihak lain," tutur Risma.

Risma berharap keterlibatan pada Startup National Summit 2018, akan mendorong sektor kewirausahaan di Surabaya memasuki era baru. Yakni, era ekonomi digital yang akan menyesuaikan dengan digitalisasi sistem pelayanan publik di Surabaya.

Sementara itu, President of Global Entrepreneurship (GEN) Network Jonathan Ortmans juga berharap semua warga Surabaya dapat bergabung pada perhelatan tersebut. Termasuk warga Surabaya yang belum berkecimpung pada dunia kewirausahaan.

Menurutnya, banyak keuntungan yang didapat atas partisipasi masyarakat pada seminar akbar kewirausahaan. Yakni, konektivitas dengan pelaku usaha di dalam maupun luar negeri.

"Tidak akan selalu terkoneksi dengan pelaku usaha dari Silicon Valey, Amerika Serikat. Ada negara lain seperti Thailand, Columbia, dan negara lain dengan level dan karakterikstik dunia usaha yang sama," urai Ortmans.

Selain itu, ada kemungkinan ide segar yang muncul dari tiap pelaku usaha akan dipakai pengusaha di daerah atau negara lain. Idenya tidak perlu terfokus pada pemerintahan, birokrasi, atau kebijakan publik.

"Kami menerima semua ide-ide segar. Jika memang ide tersebut menjadi solusi bagi permasalahan pada dunia usaha. Jadi, Surabaya dapat menjadi contoh bagi negara lain," ucapnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up