Polres Makota Gagalkan Peredaran 30,5 Kg Ganja

23/08/2018, 19:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Ketujuh tersangka pengedar narkoba diamankan oleh Satuan Reskoba Polres Malang Kota. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Satuan Reskoba Polres Malang Kota kembali menangkap jaringan pengedar narkoba. Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan barang bukti berupa ganja dengan total seberat 30,5 kilogram (kg).

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, Satuan Reskoba Polres Malang Kota telah mengamankan sebanyak tujuh tersangka yang terbukti menjadi pengedar narkoba. Dia mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat.

"Ketujuh tersangka tersebut yakni, Al, 38, warga Jalan Kolonel Sugiono IIl-A, Kedungkandang, Kota Malang; SJ, 24, warga Jalan Sekawan Elok, Bulusidokare, Sidoarjo, ZH, 25, warga Jalan Tumapel Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang; AS, 35, warga Jalan Simpang Kepuh Panjura, Sukun, Kota Malang; FR, 24, warga Perum Sidokare Asri, Sidoarjo; AP, 23, warga Perum Mutiara Regency Banjarbendo, Sidoarjo dan KRC, 23, warga Perum BCF Sekawan Wangi, Sidoarjo," ujar AKBP Asfuri, Kamis (23/8).

Asfuri menjelaskan, awalnya Satresnarkoba Polres Malang Kota mendapat informasi dari masyarakat bahwa disekitar jalan Bendungan Sutami, Lowokwaru, Kota Malang sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Pihaknya pun melakukan penyelidikan dan pada hari Selasa (21/8). "Kami berhasil mengamankan satu orang, AI, dan didapat barang bukti Inexlekstasi warna biru 10 butir," ujarnya.

Selanjutnya, dilakukan pengembangan ke tersangka SJ di Jalan Bajangratu dan didapatkan Ganja sebanyak 3 bungkus, lakban warna coklat berisi ganja, 2 plastik klip Ganja, 2 linting rokok ganja, Inex setengah butir, dan sabu seberat 1 gram.

"Kami kemudian melakukan penggeledahan tempat kos temannya, ZH di jalan Bajangratu, Kota Malang dan didapatkan barang bukti satu koper yang berisi 17 kg Ganja, 112 butir ekstasivlnex warna hijau dan biru, serta 17 gram sabu," paparnya.

Berdasarkan keterangan ZH, ganja tersebut didapat dari hasil membeli di Lampung sebanyak 51 kg Ganja. Selanjutnya barang haram itu dibawa ke Kota Malang melalui jalan darat bersama dengan AS.

"AS ditangkap di jalan Embong Brantas, Blimbing Kota Malang dan berhasil diamankan 13 Kg ganja yang dibungkus dalam 13 paket bungkus lakban coklat dan hitam," terangnya.

Dari SJ, lanjut dia, ganja tersebut sebagian sudah diberikan kepada FR di Sidoarjo sebanyak 10 paket Ganja dan 30 butir Inexlekstasi. Selanjutnya dari FR, ganja tersebut dijual kepada AP dan KRC.

Saat ditangkap, dari AP ditemukan ganja sebanyak 2 plastik klip kecil dan dari KRC ditemukan hanja sebanyak 1 plastik klip kecil, 1 bungkus kue Nextar berisi ganja, dan 1 wadah bekas kue cheesecake berisi ganja.

Dari seluruh penangkapan tersangka, barang bukti yang diamankan yakni ganja seberat 30,5 kg, inex/ekstasi sebanyak 152 butir, sabu 18 Gram, dan timbangan alektronik 2 unit.

Asfuri menyampaikan, saat ini polisi terus memburu bandar narkoba yang menjadi pemasok. Jaringan ini sendiri tidak hanya beroperasi di Kota Malang, tetapi juga kota lain seperti Sidoarjo dan Surabaya. "Mereka juga menjualnya di kalangan mahasiswa," kata dia.

Karena perbuatannya, para tersangka dikenai pasal 111, 112, dan 114. Dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi