Pemkot Solo Tetap Lakukan Imunisasi MR

23/08/2018, 15:40 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Ilustrasi, Pemkot Solo tetap melakukan imunisasi MR meski MUI mengeluarkan fatwa haram (Pixabay)
Share this image

JawaPos.com - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo tetap melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) meskipun ada fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagai pertimbangan, imunisasi ini dianggap lebih penting untuk melindungi generasi penerus agar tidak mengalami cacat permanen.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih menjelaskan, imunisasi MR tersebut merupakan program dari Kementerian Kesehatan. Sudah ada surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pelaksanaan imunisasi MR dan juga dari Kemenkes.
"Imunisasi ini dilakukan untuk melindungi anak-anak dari cacat dan juga kematian yang disebabkan dari penularan virus rubella dan campak," terangnya, Kamis (23/8).

Menurutnya, perlindungan terhadap dua virus tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan generasi penerus. Mengingat, selain bisa menyerang anak-anak, virus tersebut juga mengancam ibu hamil. Seorang ibu hamil yang terkena virus rubella, maka anak yang dilahirkannya bisa cacat, seperti tuna rungu.

"Memang dampaknya itu luar biasa, bisa menular bahkan bahaya juga bagi ibu hamil karena bisa melahirkan anak dengan kondisi cacat," katanya.

Meski begitu, perempuan yang akrab disapa Ning itu mengatakan, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada orang tua yang memang tidak ingin anaknya diimunisasi MR. Mengingat, adanya fatwa MUI tersebut juga bisa memengaruhi seseorang hingga menolak adanya imunisasi MR.

Yang jelas katanya, adanya imunisasi MR tersebut adalah sebagai upaya pemerintah dalam melindungi generasi penerus bangsa. "Kalau memang ada orang tua yang menolaknya kami juga menghargai, tetapi pemerintah tidak akan menjerumuskan masyarakatnya," tandasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi