JawaPos Radar

Anak Buah Ibrahim Hongkong Sempat Kecoh Petugas BNN

23/08/2018, 14:34 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bandar Narkoba
ILUSTRASI: Tahanan. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) nyaris kecolongan saat membekuk satu anak buah Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong. Anggota Fraksi NasDem DPRD Langkat itu diduga menjadi bandar kakap narkoba jaringan Internasional.

Rabu (22/8) pagi, BNN menangkap Firdaus alias Daus yang merupakan kaki tangan Ibrahim Hongkong. Penangkapan dilakukan di Bandara Aceh. Daus sepertinya sudah menangkap gelagat akan ditangkap. Sehingga dia mencoba mengelabui petugas.

"Daus berupaya berupaya mengelabui petugas dengan membeli tiket pesawat dari Penang tujuan Aceh. Setelah check in dan cap paspor di imigrasi bandara, ternyata dia tidak berangkat. Dia keluar bandara dan pergi ke Kualalumpur," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, Kamis (23/8).

Di Kualalumpur, Daus membeli tiket lagi dengan tujuan Aceh. Namun upaya yang dialakukannya gagal. Petugas sudah lebih dulu tahu. Daus ditangkap di Bandara Aceh.

Saat ditangkap, dia tidak melawan. Daus hanya tidak mau dites urine, dan mengaku setiap hari mengkonsumsi sabu-sabu. "Jadi dia memang kurir sekaligus pemakai narkoba. Apalagi saat melaut," kata Arman.

Selain Daus, BNN juga meringkus tersangka Syafwadi. Dia ditangkap di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (23/8) sore. Dia tidak melawan saat ditangkap.

Dalam pemeriksaan, keduanya sudah empat kali mengirim narkoba milik Ibrahim Hongkong dalam jumlah besar. Termasuk yang terakhir kali sabu-sabu sebanyak 105 kg dan 30 ribu butir pil ekstasi kualitas nomor wahid. "Syafwadi dan Daus bersama-sama mengantar narkoa dari Penang ke tengah laut," tandas Arman.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up