JawaPos Radar

Menggiyurkan, Bisnis Penginapan "Short Time" Jadi Sorotan

23/08/2017, 17:40 WIB | Editor: Ilham Safutra
Menggiyurkan, Bisnis Penginapan "Short Time" Jadi Sorotan
Ilustrasi (pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Di kota urban kebutuhan tempat tinggal semakin dinamis. Sebab padatnya rutinitas para warganya, pengipanan tidak lagi harus ditinggali dalam waktu lama. Namun lebih bersifat pada kondisi transit.

Hal ini menjadi peluang bagi warga di kota-kota yang sering didatangi orang luar untuk berisitrahat sejenak. Mereka menyediakan tempat penginapan yang tidak lagi hitung per malam. Melainkan per jam alias "short time".

Di Kediri, Jawa Timur pelayanan ini mulai berkembang. Bahkan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Penduduk setempat menyediakan tempat kosan short time.

Menggiyurkan, Bisnis Penginapan "Short Time" Jadi Sorotan
Salah satu kos-kosan di Kediri. (Yayi Fateka/Radar Kediri/JawaPos.com)

Seperti yang dikutip dari Jawa Pos Radar Kediri, kawasan yang cukup banyak menyediakan kosan short time itu di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Machfudi, salah satu pelaku bisnis kosan short time ini mengaku sistem sewa kamar per jam memberi keuntungan besar. Bahkan dia dapat meraup omzet puluhan juta rupaih dari menyewakan lima kamar kos dengan tarif per jam.

Untuk kamar yang dilengkapi kipas angin dia menyewakan Rp 50 per jam. Tipe kamar seperti dia miliki tiga unit. Sedangkan tipe "VIP" yakni dilengkapi dengan kulkas dan AC dibanderol Rp 100 ribu per jamnya.

Dengan model bisnis seperti ini Machfudi bisa mengantongi pendapatan rata-rata per hari Rp 220 ribu atau Rp 1,3 juta per minggu. "Sabtu paling tinggi pengunjungnya," ujar Machfudi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Sehingga dengan pendapatan sebanyak itu tidak heran pemilik kosan "short time" mampu meraup penghasilan belasan juta setiap bulannya.

Buktinya selama tujuh bulan menekuni (Januari - Juli) Machfudi menghasilkan uang sebesar Rp 58.540.000 dibagi tujuh bulan atau rata-rata Rp 8.362.857 per bulan.

Selain di rumah Machfudi, kawasan yang menyediakan servis serupa yakni di salah satu rumah kos yang berada di Kecamatan Mojoroto. Rumah kos ini berada tidak jauh dari kampus swasta terbesar di Kota Kediri. Juga beberapa kos lainnya. Rata-rata tidak jauh dari kampus dan sekolah.

Akan tetapi bisnis seperti ini masih dianggap "haram". Sebab melanggar aturan soal bisnis penginapan atau perhotelan. Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengaku menaruh perhatian lebih terhadap permukiman yang disulap sebagai hotel short time. “Keberadaan kos-kosan harian ini yang patut kita evaluasi bersama,” ungkapnya.

Untuk kosan milik Machfudi dan beberapa lokasi lainnya , sebut Anton, sudah berlangsung lama. “Kita punya datanya, akan kita lidik dan dalami kos yang dijadikan seperti hotel ini,” pungkas mantan Kasatlantas Polresta Kediri ini.

(iil/jpr/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up