alexametrics

DLH Balikpapan Pastikan Sampah di Pesisir Pantai Pasar Baru Batu Bara

23 Juli 2019, 08:15:26 WIB

JawaPos.com – Banyaknya sampah yang terdapat di sepanjang pantai Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, sejak beberapa hari terakhir ini ternyata tidak semuanya merupakan sampah. Tetapi juga banyak terdapat bongkahan batu bara.

Guna memastikan bongkahan ini adalah batu bara, Minggu (20/7) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengumpulkan bongkahan tersebut. Berhasil terkumpul sebanyak dua truk atau setara enam ton.

Saat dikonfirmasi Kepala DLH Kota Balikpapan Suryanto menjelaskan, setelah diteliti bongkahan yang dikumpulkan tersebut benar adalah batu bara.

“Kemarin kami ada kumpulkan itu bongkahannya, dan kami minta Sucofindo teliti. Dan hasilnya memang benar batu bara,” ujarnya, dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Selasa (23/7).

DLH menilai batu bara yang terdapat disepanjang pantai Kota Balikpapan ini dibagi menjadi dua bagian. Ada batu bara lama yang ditempati hewan laut. Ada pula batu bara yang masih baru, yang bentuknya masih tajam-tajam.

“Saya bukan ahli ya di bidang ini, tapi kami bisa pelajari dari hasilnya ini terdapat dua jenis. Yaitu batu bara lama dan batu bara baru,” terangnya.

Saat disinggung dari mana asalnya batu bara ini, Suryanto menegaskan yang pasti bukan berasal dari Kota Balikpapan. Dan diduga berasal dari kapal-kapal tongkang yang melintasi perairan Balikpapan.

“Yang pasti bukan dari sini (Balikpapan) lah. Kan banyak tongkang yang seliweran,” tegasnya.

Dengan hasil ini, DLH akan segera melaporkan ke Wali Kota untuk membuat surat yang ditujukan ke Pemerintah Provinsi agar bisa menegur perusahaan tambang yang ada di Kaltim. Tujuannya agar bisa mengelola batu bara yang diangkut oleh tongkang agar tidak terjatuh ke laut.

“Kami akan buat laporan ke atasan (Wali Kota) agar bisa menyurati Pemprov dan Pemprov bisa menyurati atau menegur perusahaan batu bara yang ada di Kaltim. Itu agar tidak berhamburan ke laut lagi,” jelasnya.

Suryanto menambahkan, saat ini temuan batu bara tersebut masih dikategorikan aman karena masih tercecer. Namun jika telah berkelompok dan dapat merubah warna air laut, maka bisa sangat membahayakan ekosistem laut dan juga masyarakat yang beraktifitas.

“Saat ini masih normal. Tapi kalay sudah ditemukan berkelompok atau banyak dan merubah warna air, ini yang bahaya dan harus diwaspadai,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Close Ads