JawaPos Radar

Oknum Protokoler Intimidasi dan Ancam Pukul Wartawati

23/07/2018, 23:55 WIB | Editor: Budi Warsito
Oknum Protokoler Intimidasi dan Ancam Pukul Wartawati
Ilustrasi intimidasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Awak media dilindungi Undang-Undang dalam menjalankan tugasnya saat melakukan peliputan. Namun, masih saja ada oknum yang bertindak kasar terhadap insan pers.

Tak hanya bertindak kasar, oknum tersebut menunjukkan sikap arogannya bahkan melakukan intimidasi kepada awak media. Hal itu ditunjukkan oleh sekelompok oknum yang mengenakan polo shirt warna merah kombinasi putih, dengan tulisan bordir Protokoler Jatim di dadanya.

Tindakan kasar dan intimidasi itu dilakukan oleh oknum protokoler terhadap seorang wartawati berinisial AH. Peristiwa itu terjadi ketika AH tengah melakukan peliputan puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN), di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan yang dihadiri oleh Gubernur Jatim, Soekarwo.

Usai wawancara dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise. AH yang merupakan wartawati di salah satu media online nasional, mencoba untuk mengejar Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo. Saat itu, AH hendak melakukan wawancara dengan lelaki berkumis itu.

AH pun mendapatkan izin dan diperbolehkan oleh Pakde Karwo untuk melakukan wawancara usai dirinya berfoto bersama masyarakat. Saat diujung sesi wawancara, tiba-tiba ada oknum mengenakan polo shirt bertuliskan Protokoler Jatim yang mendorong AH menjauh dari Pakde Karwo.

Padahal, AH saat itu akan mengakhiri wawancara. Karena, Pakde Karwo tidak menjawab pertanyaan yang disampikan kepadanya. Namun, saat AH akan meninggalkan Pakde Karwo, laki-laki bertubuh tegap dengan tinggi diperkirakan 170 centimeter itu langsung mendorong AH.

"Pak, enggak usah dorong. Saya bisa sendiri," kata AH, Senin (23/7).

Bukannya mengindahkan perkataan AH, oknum ini kembali mendorong perempuan itu. Adu mulut tak dapat dihindarkan. Namun AH memilih menyingkir.

Beberapa laki-laki berkostum serupa kemudian mendatangi AH yang mencoba mengabadikan aktivitas Pakde Karwo. Salah satunya berambut keriting dan berkacamata.

Laki-laki rambut keriting dengan wajah seram mendatangi AH yang tengah mengambil foto aktivitas Pakde Karwo. Oknum itu mengira, AH sedang memfoto dirinya.

Adu mulut kembali terjadi, Bahkan, laki-laki berambut keriting itu mengancam AH. "Saya pukul kamu, kamu itu wartawan Enggak punya aturan. Kami protokoler juga punya aturan,"ucap oknum tersebut.

Tak hanya oknum laki-laki berambut keriting yang mencoba mengintimidasi AH. Oknum laki-laki berkacamata juga melakukan hal serupa. Dengan sinis, oknum itu menantang AH untuk memfoto dirinya dan memberitakan kejadian ini.

"Ayo, foto saya. Saya tahu kamu dari tadi motret protokoler satu-satu. Kamu mau tulis?," tantangnya.

AH kemudian ditarik menyingkir oleh dua laki-laki. Satu berbaju serupa dengan dua laki-laki itu dan satu orang lagi mengenakan batik. "Mbak, jangan bikin gaduh. Minggir saja, Bapak memang nggak mau kalau foto bersama perempuan di sampingnya," kata protokoler lain dengan nada lebih bersahabat.

AH kemudian menjelaskan duduk masalahnya. Dari awal hingga terjadi keributan itu. "Iya mbak, lain kali kalau mau wawancara jangan begitu. Kalau begitu, ya anak-anak maju," katanya dengan nada masih bersahabat.

Memang, sejak kegiatan berlangsung, para anggota yang mengenakan seragam kaos dengan tulisan Protokoler Jatim terlihat kurang bersahabat. Bahkan, mereka mengusir dengan nada ketus kepda beberapa wartawan yang meliput di kanan panggung.

"Eh jangan di sini, pergi ke sana. Ini bos saya sudah marah-marah. Jangan ngeyel dong," hardik laki-laki bertubuh hitam saat mengusir wartawan yang meliput Menteri PPPA, Yohana Yembise, sebelum aksi adu mulut dengan AH terjadi.

Arogansi oknum protokoler ini juga diakui oleh wartawan-wartawan yang meliput kegiatan tersebut. "Tadi saya mau motret ketika AH sedang adu mulut sudah dihalangi," kata Avi, salah wartawan media online nasional.

Salah satu panitia puncak peringatan HAN 2018 menjelaskan, dari Kementerian PPPA hanya membawa dua orang protokoler. "Mereka pakai batik dan nempel ke Bu Menteri," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto ketika dikonfirmasi JawaPos.com mengatakan, pihaknya akan mengecek apakah oknum itu memang benar protokoler atau tidak.

Namun, ketika JawaPos.com merinci ciri-ciri baju yang dikenakan para oknum itu, dia mulai membenarkan bahwa mereka merupakan bagian dari protokoler.

"Mestinya kalau gitu ya orang protokoler," kata dia.

Benny yang sudah 28 tahun bergaul dengan wartawan ini juga menyampaikan permintaan maafnya atas kejadian ini.

Bahkan dia berjanji, akan memanggil kepala bagian terkait dan mengecek siapa saja yang bertugas. Karena ada beberapa jenis protokoler yang bertugas.

"Mungkin lain kali memperkenalkan diri ya. Karena jika memperkenalkan diri, saya yakin mereka akan beda perlakuannya. Saya minta maaf," katanya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up