Melihat Situs Duplang di Jember, Batu Kenong Selalu Jadi Perhatian

23 Mei 2022, 15:02:16 WIB

JawaPos.com – Menjelajahi Jawa Timur belum lengkap rasanya jika belum singgah ke Jember. Kabupaten yang pada zaman penjajahan dikenal dengan potensi tembakaunya ini punya bukti sejarah lain, yakni peninggalan purbakalanya yang masih terjaga dengan baik. Batu-batuan besar zaman megalitikum itu masih tersimpan rapi di alam dan dijaga masyarakat.

Batu megalitikum tersebut tersebar di beberapa penjuru desa di Jember. Lokasi terdekat melihat batu megalitikum di alam ada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa. Waktu perjalan dari kota menuju Desa Kamal sekitar 15 menit dengan jarak sekitar 16 kilometer. Desa Kamal terletak ke tidak jauh dari Jalan Provinsi Jember Bondowoso.

Dari jalan ke arah Bondowoso tersebut, terdapat jalan desa ke utara atau belok kiri. Disitulah arah menuju Situs Duplang di Desa Kamal. Menuju lokasi itu, akan menemukan bagaimana kondisi masyarakat perdesaan. Bila sudah sampai di Desa Kamal, menemukan lokasi Situs Duplang juga tidak begitu jauh. Sekitar lima menit kemudian akan sampai di Situs Duplang.

Mengunjungi Situs Duplang tersebut seperti berada di museum terbuka peninggalan pra sejarah. Sebab, batu-batu tersebut terdapat nama dan penjelasannya. Sehingga, menjadi tempat wisata edukasi menarik bagi pelajar, hingga anak didik. Terlebih lagi cukup menjadi lokasi pilihan untuk berlibur. Pohon yang menjulang tinggi, membuat lokasi tersebut rindang dan sejuk.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, dari berbagai batu-batuan tersebut ada salah satu batu yang cukup unik bentuknya. Yaitu mirip alat musik gamelan dan nama batu itu juga diberi nama batu kenong. Dari penjelasannya, batu kenong merupakan sebuah benda megalitik yang berbentuk silinder dan memiliki tonjolan di atasnya.

Batu Kenong yang banyak mencuri perhatian orang-orang yang berwisata ke Situs Duplang ini mempunyai berbagai fungsi, misalnya digunakan dalam bangunan penguburan maupun juga digunakan dalam upacara pemujaan.

Selain batu kenong, ada juga batu dolmen. Yaitu peninggalan zaman megalitikum berbentuk seperti meja datar yang disangga oleh empat sampai enam batu batu di bawahnya. Dolmen berfungsi sebagai tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang.

Ada juga batu menhir. Bentuk batunya yang menjulang ke atas tersebut, merupakan tugu terbuat dari batu yang digunakan sebagai pemujaan roh nenek moyang pada zaman megalitikum. Tidak lama pria tua itu datang. Dia bernama Abdu Rahim yang diketahui adalah juru pelihara. Dia menjelaskan Situs Duplang cukup kerap dikunjungi oleh pelajar sebagai wisata edukasi. Tapi juga tidak jarang mahasiswa juga berkunjung.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads