alexametrics

Tenaga Medis Jalani Karantina, Layanan IGD RSUD Kapuas Berhenti

23 Mei 2020, 13:56:58 WIB

JawaPos.com–IGD RSUD Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah hanya melayani pasien Covid-19 dan pelayanan ibu dan anak baru lahir (Ponek). Sebab, seluruh petugas medis di rumah sakit sebanyak 54 orang harus menjalani karantina mandiri.

”Mulai hari ini Sabtu (23/5), pelayanan IGD dihentikan karena seluruh tenaga medis isolasi mandiri. Sebab, dua orang dokter Rumah Sakit Kapuas sudah terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Dirut RSUD Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas Agus Waluyo seperti dilansir Antara di Kuala Kapuas pada Sabtu (23/5).

Dengan begitu, kata dia, semua petugas baik dokter, bidan, dan perawat di IGD RSUD Kapuas, ada kontak erat dengan dua orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. Untuk langkah selanjutnya, semua petugas medis yang pernah kontak erat tersebut dilakukan karantina mandiri.

”Kami memiliki 14 orang dokter umum. Ini semua ada memiliki kontak erat. Jadi dokter umumnya habis. Perawat IGD dan Ponek ada 40 orang juga sudah habis semua kontak erat. Sehingga, kami menghentikan pelayanan sementara,” terang Agus.

Untuk sementara, pihaknya hanya melayani pasien Covid-19 dan Ponek di IGD RSUD Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, dengan semaksimal mungkin. Untuk pelayanaan lainnya, seperti poli dan pelayanan kegawatdaruratan akan diupayakan berjalan seperti biasa.

”Pada hari ini, kami masih mencari tenaga dokter yang katakanlah belum terpapar untuk berjaga di IGD. Begitu juga dengan perawat-perawatnya,” ujar Agus.

Saat ini, untuk kondisi ruangan IGD RSUD Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas sedang disterilkan. Begitu juga dengan ruang tunggu, ruang jaga, ruang dokter, perawat, dan lainnya. ”Selesai kami sterilkan dan setelah tenaga dokter-dokter dari dinas kesehatan sudah siap, pelayanan akan kembali seperti biasa,” kata Agus.

Terkait dengan kejadian tersebut, Agus berharap dan mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada petugas medis. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Seandainya terjadi yang seperti ini, yang dirugikan bukan hanya kami selaku petugas kesehatan yang memberikan pelayanan, tetapi berdampak luas kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan pelayanan akhirnya harus tertunda dengan adanya hal semacam ini,” ucap Agus.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads