alexametrics

Jalur Masuk Semarang Diperketat, Travel dan Pemudik Diputar Balik

23 Mei 2020, 21:22:44 WIB

JawaPos.com–Sehari sebelum Idul Fitri Sabtu (23/5), jalur masuk ke Kota Semarang diperketat, sesuai aturan pemerintah yang melarang mudik. Arus kendaraan di gerbang tol Kalikangkung Semarang pada siang sampai sore nampak sepi. Hanya kendaraan lokal dan logistik yang melintas. Begitu pula jalur Pantura Semarang–Kendal yang lengang dan didominasi kendaraan dengan plat Karesidenan Semarang.

Petugas gabungan di Gerbang Tol Kalikangkung melakukan penyekatan kendaraan pemudik. Hasilnya empat mobil travel dan empat kendaraan pribadi yang diduga mengangkut pemudik dipaksa putar arah. ”Pagi tadi empat travel dengan plat nomor T, D, dan B, kita perintahkan untuk putar arah karena diduga mengangkut pemudik. Selain itu, ada empat kendaraan pribadi yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat, juga kita minta untuk putar arah kembali,” kata Kepala Pos Pengamanan Gerbang Tol Kalikangkung AKP Wahono pada Sabtu (23/5).

Penyekatan itu dilakukan sekitar pukul 09.00 sampai 12.00 siang. Penyekatan itu, lanjut dia, berkoordinasi dengan satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jateng, ketika ada indikasi arus kendaraan dari arah barat mulai ramai.

”Untuk masuk ke Jateng, sebelumnya di Brebes juga dilakukan penyekatan. Kita koordinasi dengan PJR Polda Jateng, karena Tol Kalikangkung adalah gerbang tol masuk ke Semarang dan daerah lain. Misalnya ada yang lolos, kita tes kesehatan, kalau suhu badannya tinggi Dinkes Kota Semarang langsung bertindak misalnya dikarantina, jika tidak kita paksa putar balik,” ujar Wahono.

Dia menjelaskan, selama penyekatan sesuai arahan dari Korlantas Polri, petugas harus melakukan pengecekan surat kendaraan atau STNK. Disinyalir, banyak pemudik menuju Jateng, nekat mengganti plat nomor kendaraan asli dengan plat nomor kendaraan palsu agar bisa lolos. ”Kita lakukan cek STNK juga, disinyalir banyak yang pakai plat nomor Jateng agar bisa melintas,” kata Wahono.

Menurut Wahono, pihaknya juga mengantisipasi pemudik yang mencuri waktu atau kucing-kucingan, misalnya pada malam hari, ataupun menjelang waktu subuh. ”Misalnya ada kendaraan yang dipaksa putar balik, namun malah lewat jalur lain, bisa ketahuan. Juga kendaraan pemudik yang berangkat dini hari atau tiba di Semarang malam hari,” terang Wahono.

Komandan Regu (Danru) Dinas Perhubungan Kota Semarang, Pos Pantau Terminal Mangkang Heri Listiyawan menjelaskan, petugas tidak mentolerir pemudik yang hendak masuk ke Semarang melalui jalur Pantura. ”Plat luar kota misal Jakarta dan Jabar, kita periksa suhu, kalau bawa surat tugas atau surat kesehatan kita persilakan lewat. Jika tidak, kita minta putar balik, terutama kendaraan pribadi dan roda dua yang tidak menggunakan masker,” ujar Heri.

Dalam sekali penyekatan, minimal ada sekitar 20 kendaraan pribadi dan motor plat luar Semarang yang masuk ke Semarang. ”Kita cek suhu juga, misalnya yang ketahuan mudik. Jika suhunya tinggi, dari dinkes bisa merekomendasikan karantina di Rumah Dinas Wali Kota Semarang atau putar arah,”terang Heri.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : den/RadarSemarang



Close Ads