alexametrics

Antisipasi Potensi Kerumunan, Pengunjung dan Pedagang di Rapid Test

23 Mei 2020, 15:30:54 WIB

JawaPos.com – Untuk mengantisipasi potensi penyebaran covid-19 di pusat-pusat keramaian, Pemkot Magelang melakukan rapid test kepada pedagang maupun pembeli. Sebanyak 300 lebih alat rapid test dan 23 tenaga kesehatan berpakaian APD lengkap, diterjunkan Pemkot Magelang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono didampingi Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho AS serta Dandim 0705/Magelang Letkol (Czi) Anto Indriyanto, Sabtu (23/5) disela-sela pemantauan rapid test di Pasar Rejowinangun Kota Magelang mengatakan bahwa sasaran rapid test di Pasar Rejowinangun adalah para pedagang dan pembeli.

Baik pedagang pasar, kata Joko, juga pedagang kelontong serta toko modern yang berada di kawasan Pasar Rejowinangun. “Pedagang kita sampel, pembeli kita sampel. Terus kita minta pedagang, juga pembeli suruh datang kesini, kita rapid test, kita ambil darah,” katanya.

Joko menuturkan, untuk pengambilan rapid test tidak hanya di Pasar Rejowinangun, tetapi juga Pasar Gotong Royong, Pusat Perbelanjaan Matahari, Departemen Store Gardena, juga pusat oleh-oleh Toko Lezat. Untuk itu, menurut Joko, pihaknya menyediakan sebanyak 300 lebih rapid test.

“Tujuannya adalah dalam rangka ingin mengetahui kondisi yang sebenarnya. Jadi tempat kerumunan-kerumunan yang dikhwatirkan menjadi cluster, bisa kita buktikan, bisa kita lihat nanti hasilnya seperti apa. Iya potensi. Karena buanyak sekali kumpul-kumpulnya orang disini,” ucapnya.

Joko juga mengaku, pihaknya tidak membatasi pedagang atau pembeli dari luar kota Magelang saja yang diperiksa. Namun semua yang ada, menurut Joko, diperiksa dipilih secara acak. “Semoga ini bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya. Sehingga kita bisa antisipasi yang jika ada positif, kita isolasi. Sampai siang ini belum tahu hasilnya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kota Magelang dr Majid Rohmawanto mengaku pihaknya menerjunkan 23 tenaga kesehatan yang berpakaian APD lengkap untuk melakukan rapid test. Ke-23 nakes ini, kata Majid, dibagi kedalam pos-pos untuk melakukan rapid test, seperti Pasar Rejowinangun, Toko Lezat, Matahari dan lainnya.

“Kita sengaja mengkhususkan melakukan rapid test di pusat keramaian. Karena potensi keramaian ini maka ada potensi pula penyebaran covid-19. Untuk itu kita antisipasi. Untuk hasilnya baru bisa diketahui sore atau malam nanti,” bebernya.

Sedangkan Kepala UPT Pasar Rejowinangun Kota Magelang Agus Yudi Setyanto mengaku bahwa sejak H-14 Pasar mengalami peningkatan aktivitas. Dan sekarang, menurut Agus, mengalami peningkatan keramaian.

“Bahkan H-2 kemarin lebih ramai dibanding sekarang. Kunjungan pada kemarin naik 100 persen, atau hampir 5.000 orang lebih. Puncaknya kemarin, sampai tidak bisa lewat dan parkir,” tandasnya.

Agus mengaku, pihaknya dalam mengantisipasi penyebarna covid-19 telah melarang para pedagang atau pengunjung yang tidak memakai masker untuk masuk kawasan pasar. Jika para pengunjung atau pedagang yang tidak memakai masker tempat tinggalnya dekat, menurut Agus, akan disuruh kembali.

Namun jika pedagang atau pembeli merupakan orang jauh dan baru pertama tidak memakai masker karena mungkin ketinggalan, menurut Agus, akan diberi masker gratis. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan 63 petugas pasar untuk mobile mengingatkan para pedagang atau pembeli utnuk tetap memakai masker.

“Jika ternyata sudah lebih dari satu kali tidak memakai masker, kita suruh beli atau kembali. Dua pintu masuk utama kita jaga,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : had/ Radar Semarang



Close Ads