alexametrics

5.296 Warga Binaan Jateng Dapat Remisi, 23 Narapidana Langsung Bebas

23 Mei 2020, 15:19:03 WIB

JawaPos.com – Narapidana tindak pidana umum (Tipidum) menduduki posisi tertinggi yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah. Jumlahnya mencapai 3.369 orang, kemudian disusul narapidana narkotika 1855 orang, tindak pidana korupsi 33 orang, terorisme 25 orang, ilegal loging 10 orang, Ilegal traficking dan money laundry masing-masing ada 2 orang.

“Data itu terhitung per 24 Mei 2020. Adapun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang menerima remisi terbanyak di Kelas I Semarang mencapai 474 orang, terdiri dari nrapidana 470 orang dan anak pidana 4 orang,”kata Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng, Priyadi melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan, Marasidin Siregar, Sabtu (23/4).

Adapun dari total 5296 orang yang menerima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri itu, lanjut Marasidin, rinciannya yang memperoleh 15 hari sebanyak 1255 orang, 1 bulan ada 3243 orang, sedangkan 1 bulan 15 hari ada 636 orang. Untuk yang 2 bulan ada 162 orang. “Jadi RK I atau hanya dapat pengurangan hukuman sebanyak 5273 orang. Kalau untuk RK II, yang bisa langsung bebas 23 orang, jumlah itu se-Jateng,”jelasnya.

Dengan pemberian remisi itu, pihaknya, mengklaim terjadi penghematan anggaran mencapai Rp 2.934.645.000. Dijelaskannya remisi merupakan pengurangan masa hukuman yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Di lembaganya remisi ada 3 macam. Di antranya ada remisi umum, remisi khusus atau remisi hari raya agama, dan remisi tambahan.

“Untuk bisa memperoleh remisi harus memenuhi syarat administratif dan syarat substantif yang ditentukan undang-undang. Kami akui sekalipun remisi diberikan jumlah penghuni lapas dan rutan se-Jateng per-22 Mei 2020 ini masih alami over populasi,”bebernya.

Marasidin menyebutkan kapasitas jumlah hunian lapas maupun rutan yang ada di Jateng hanya sebanyak 9.258 orang. Namun diisi 11.403 warga binaan yang terdiri dari narapidana 8.956 dan tahanan 2.447 orang.

Terpisah, untuk mencegah mewabahnya Pandemi Covid-19 atau virus Corona Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Dadi Mulyadi membuat kebijakan dengan menutup kunjungan keluarga selama hari raya Idul Fitri. Namum demikian, warga binaan tetap diminta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Sekaligus menjalankan prosedur Covid-19, selalu cuci tangan dan tidak saling pinjam pakai alat makan serta selalu jaga jarak dan memakai masker. “Lebaran kali ini beda dari tahun-tahun sebelumnya, bagaimanapun seluruh warga binaan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sehingga tetap aman dan kondusif, terlebih dalam keterbatasan akibat wabah virus Corona,” kata Dadi.

Sekalipun meniadakan kunjungan, pihaknya tetap memeberikan layanan pengganti, dengan menyediakan layanan penitipan barang bawaan keluarga kepada petugas. Layanan itu dibuka sejak Sabtu hingga Selasa (23-26 Mei). Akan tetapi tetap dengan prosedur penanganan Covid-19. Lapas juga menyediakan sarana telepon dan video call untuk mengatasi rasa kangen kepada keluarga.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : had/Radar Semarang



Close Ads