alexametrics

Warga Dukung TNI-Polri Jaga Keamanan Surabaya

23 Mei 2019, 13:41:03 WIB

JawaPos.com – Hangatnya suhu politik di Jakarta membuat Surabaya juga melakukan persiapan. Karena itu, TNI-Polri meningkatkan kekuatan personelnya untuk menangkal upaya pergerakan provokator di Surabaya. Status siaga satu mulai diterapkan.

Hingga kini, seluruh personel diperintahkan untuk siaga. Objek vital yang dimungkinkan menjadi titik kumpul massa harus dijaga ketat. ”Saya berterima kasih karena sampai saat ini wilayah Surabaya masih kondusif. Tapi, antisipasi harus tetap dilakukan,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat meninjau kesiapan personel di Mapolrestabes Surabaya kemarin (22/5).

Luki mengatakan, pengamanan wilayah harus dilakukan melalui patroli skala besar. Bukan hanya di jalanan. Patroli juga harus dilangsungkan di dunia maya. Sebab, provokasi massa rata-rata menyebar lewat media sosial Jenderal bintang dua itu memerintahkan agar para penghasut dan provokator ditindak tegas. Sebab, mereka berpotensi memecah belah persatuan. Ada potensi gangguan keamanan yang bisa ditimbulkan dari ujaran kebencian dan provokasi yang disebarluaskan. ”Menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif, itu tugas kami. Masyarakat harus diberi rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya,” tutur mantan wakil kepala Badan Intelkam Mabes Polri itu.

Setelah meninjau kesiapan anggota, Luki meninggalkan markas polisi di Jalan Sikatan Nomor 1 tersebut. Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho memerintah anggotanya untuk bersiap gelar pasukan.

CEK PERSONEL: Luki memberikan arahan terkait langkah antisipasi yang harus dilakukan menyusul status siaga satu dari Mabes Polri. (Adi Wijaya/Jawa Pos)

Menurut Sandi, lima objek tersebut diprediksi menjadi titik kumpul pertama jika ada pergerakan massa dalam jumlah besar. Karena itu, jumlah personel difokuskan untuk menjaga dan mengamankan lima titik vital tersebut.

Mantan Kapolrestabes Medan itu menuturkan, 804 personel diterjunkan di lapangan. Perinciannya, 419 petugas disiagakan di kantor KPU dan 295 personel di kantor Bawaslu. ”Sisanya, 90 orang, kami sebar. Untuk pengamanan Grahadi, nanti kondisional,” jelasnya.

Dukungan terhadap aparat untuk menjaga Surabaya tetap aman datang dari berbagai komunitas. Kemarin sore mereka mengadakan aksi di Taman Bungkul. Ada sejumlah hal yang disampaikan dalam pernyataan sikap kelompok Aksi Suroboyo Damai itu.

Aksi yang dimotori Gerakan Gusdurian Surabaya (Gerdu Suroboyo), Paguyuban Arek Suroboyo (PAS), Paguyuban Anak Bangsa (PAB), Lembaga Buruh Pemuda Pancasila Jatim, Roemah Bhineka, dan Dewan Kesenian Jatim itu meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan informasi yang kebenarannya belum pasti.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c15/ano