alexametrics

Merapi Bergejolak, Ratusan Warga Memilih Bermalam di Pos Pengungsian

23 Mei 2018, 23:23:43 WIB

JawaPos.com – Sedikitnya 188 jiwa di Kabupaten Sleman diketahui memilih bermalam di pos pengungsian hingga Rabu (23/5) malam. Mereka terpaksa menginap di pos pengungsian lantaran khawatir dengan aktivitas Gunung Merapi yang kembali aktif.

Pos pengungsian yang dihuni warga tersebut berada di Balai Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan dan SD Sanjaya, yang berada di Turgo Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman.

Petugas dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman di Posko Utama Pakem, Karina mengatakan ratusan warga yang memilih menginap di pos pengungsian tersebut rata-rata manula, perempuan dan anak-anak. Untuk di Balai Desa Glagaharjo saat ini terhitung ada 188 jiwa.

“Kalau untuk di SD Sanjaya, data belum masuk. Malam ini masih di rumah (pos pengungsian), belum pada turun,” katanya, Rabu (23/5) malam.

Dijelaskannya, warga tersebut bukan mengungsi. Hanya sekedar untuk bermalam saja, kemudian pada paginya mereka kembali lagi ke rumah masing-masing untuk beraktivitas. “Jadi cuma untuk antisipasi saja. Mayoritas manula, perempuan dan anak-anak,” ucapnya.

Sementara dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Kepala Seksi Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan, status Gunung Merapi saat ini waspada, sejak Senin (21/5) lalu.

Pihaknya menyatakan radius aman adalah 3 kilometer. Serta tidak melarang adanya proses evakuasi bagi penduduk ke tempat yang aman. “Jika masyarakat merasa tak nyaman dengan abu yang tebal, bisa evakuasi,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Merapi Bergejolak, Ratusan Warga Memilih Bermalam di Pos Pengungsian