JawaPos Radar

Pengusaha tak Bisa Ekspor Ikan, Tangkapan Nelayan Mubazir

23/04/2016, 13:38 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pengusaha tak Bisa Ekspor Ikan, Tangkapan Nelayan Mubazir
Ilustrasi (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com PANGKALPINANG - Regulasi yang dikeluarkan pemerintah yang mengharuskan setiap kapal ekspor ikan harus mengantongi Surat Izin Kapal Pengakut Ikan (SIKPI) membuat hasil tangkapan nelayan tidak berharga.

Nelayan yang mendapatkan ikan dari melaut tidak bisa menjual ikannya kepada pengusaha ekspor ikan, karena kapal pengusaha tidak bisa menjual ikan keluar negeri, karena terkendala legalitas berlayar.

"Sekarang kami bingung pak, cuaca bagus tapi kami tidak melaut. Karena mau jual kemana hasil tangkapan kami," ujar Pance, salah seorang nelayan Bangka Belitung (Babel) yang dilansir Babel Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (23/4).

Dia menceritakan, permasalahan itu semula juga pernah dirasakan nelayan di Pulau Bangka.

Dikatakan Pance, peraturan pemerintah membuat nelayan tidak bisa menjual hasil tangkapannya ke pengsusaha ekspor ikan. Hal itu membuat harga ikan menjadi turun alias mubazir.

Sehingga meski cuaca bagus untuk melaut dan diperkirakan mendapatkan ikan lebih banyak, namun ikan itu tidak bisa dijual, karena tidak ada pengusaha yang mau membeli.

Keluhan nelayan ini ditanggapi Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya. Dia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk menindaklanjuti keluhan nelayan dan menyampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Didit mengharapkan, perjuangan para nelayan di Babel juga dilakukan oleh para nelayan yang ada di wilayah kepulauan lainnya.

"Ini bukan permasalahan nelayan di Babel  saja, tapi nasional. Saya harap persoalan ini dapat dikomunikasikan ke pemerintah pusat," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DKP Babel Budiman Ginting mengaku, pihaknya akan mengkaji beberapa aturan yang memberatkan bagi perusahaan ikan.

"Nanti kita akan dengar mana saja aturan yang memberatkan itu untuk kita sampaikan ke kementerian," pungkasnya. (fiz/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up