alexametrics
Staf UNM Dihabisi oleh Rekan Kerja

Pembunuh Sempat Merangkai Alibi Perampokan dan Melihat Jenazah di RS

23 Maret 2019, 14:58:47 WIB

JawaPos.com – Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap pelaku pembunuhan Sulaeha Djafar, 40. Staf Universitas Negeri Makassar (UNM) itu dihabisi oleh rekan kerjanya.

Kabid Humad Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah mengotopsi jenazah korban di RS Bhayangkara Makassar. Rupanya, pelaku juga berada di rumah sakit tersebut sebelum proses otopsi dilakukan.

“Tim langsung bergerak cepat mengamankan pelaku, Wahyu Jayadi di halaman RS Bhayangkara Makassar, kemarin (Jumat) pukul 14.05 WITA,” ujar Dicky, Sabtu (23/3).

Pelaku diamankan setelah hasil penyelidikan dan pemeriksaan serangkaian saksi mengerucut kepadanya. Sebelum ditangkap, Wahyu bahkan sempat melihat proses pengiriman jenazah korban di RS Bhayangkara. “Pelaku datang ke tempat tersebut dengan tujuan untuk melihat jasad korban,” tambah Dicky.

Wahyu berprofesi sebagai dosen di UNM. Dia dan Sulaeha bertetangga, di Kompleks Perumahan Sabrina Regency, Jalan Manggarupi, Kelurahan Paccinnongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Hasil penyelidikan sementara, pelaku membunuh dengan cara mencekik pada bagian leher menggunakan kedua tangan. Meskipun sempat memberontak, korban tak bisa berbuat banyak.

Selanjutnya, Wahyu mencoba menutupi perbuatannya dengan membuat alibi seolah-olah korban dirampok. Korban dikunci dari dalam mobil, kemudian leher korban dililitkan sabuk pengaman. Tak sampai di situ, pelaku bahkan memecahkan kaca mobil dengan menggunakan batu.

Namun sepandai-pandainya merangkai alibi, tetap saja jejak pembunuhan yang dilakoni Wahyu itu bisa terendus polisi. Wahyu membiarkan barang-barang berharga milik korban tertinggal dalam mobil. Dari sinilah polisi mencurigai motif pembunuhan itu bukan karena perampokan. 

“Berdasarkan dari hasil penyelidikan di lapangan, disimpulkan bahwa korban bukan dirampok. Tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, itu menguatkan motif pelaku,” tegas polisi dengan tiga melati di pundak itu.

Dicky melanjutkan, Wahyu menghabisi nyawa Sulaeha karena tidak nyaman dengan perlakuannya. “Korban sudah terlalu jauh ikut campur terhadap masalah pekerjaan dan masalah pribadi pelaku,” ungkapnya.

Saat ini, Wahyu sudah ditahan di Mapolres Gowa. Dia terancam dijerat Pasal 33 KUHP subsidaer Pasal 351 Ayat 3 dengan kurungan minimal 10 tahun penjara.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Sulaeha ditemukan tewas di dalam mobil Daihatsu Terrios di Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Pattallassang, Kabupaten Gowa, Jumat (22/3). Tanda-tanda Sulaeha tewas dibunuh terlihat dari posisi jenazahnya. Saat ditemukan, dia duduk di jok kiri mobil dengan posisi leher terikat oleh sabuk pengaman.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Sahrul Ramadan

Pembunuh Sempat Merangkai Alibi Perampokan dan Melihat Jenazah di RS