alexametrics

Kurir Narkoba: Bos di Australia, Kami Diupah Rp 20 Juta

23 Februari 2019, 10:13:20 WIB

JawaPos.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel terus mengembangkan kasus penyelundupan sabu seberat 5,8 kilogram di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Kamis (21/2). Berdasarkan keterangan dari ketujuh tersangka bahwa barang haram tersebut milik bandar bernama Tio yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Koordinator kurir, Nova Nuryana, 25 mengatakan, dirinya bersama enam rekannya hanya disuruh membawa barang tersebut dengan upah Rp 20 juta untuk setiap kali antar. Ia pun baru mengenal enam tersangka lainnya karena keenamnya tersebut merupakan utusan dari bandar.

“Teman saya bilang bandarnya itu Tio, dia di Australia,” katanya saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat (22/2).

Dirinya pun mengaku penyelundupan ini bukan pertama kali dilakukannya. Untuk penyelundupan dari Palembang itu dilakukan sebanyak lima kali, kemudian penyelundupan dari Lampung dan Padang sudah hampir 13 kali.

Penyelundupan yang dilakukan ini berhasil, hingga akhirnya diketahui oleh polisi dan dirinya bersama enam rekannya pun ditangkap.

“Setiap penyelundupan anggotanya beda, beda sesuai dengan utusan pak Tio,” terangnya.

Biasanya saat akan beraksi dirinya mendapatkan telepon, dimana semua persiapan telah dilakukan baik KTP dan lain sebagainya. Kemudian, dirinya disuruh mengambil barang dari satu kamar hotel yang telah disediakan.

“Barulah kemudian, kami menyelundupkannya  untuk membawanya pergi keluar dari Palembang,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan saat ini pihaknya masih mencari pemilik barang haram tersebut. Menurutnya, ini jaringan besar dimana barang berasal dari China. Namun, memang diselundupkan dari Palembang.

“Nantinya kami akan kenakan tersangka ini tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk memiskinkan para kurir dan seluruh yang terlibat,” tutupnya.

Seperti diketahui, Polda Sumsel berhasil menangkap tujuh warga Jawa Barat. Lantaran, kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu sebesar 5.8 kilogram. Ketujuh warga tersebut yakni Rizki, 27; Eka Chandra Hidayatullah, 23; Nova Nuryana, 25; Ribut Haryanto, 49; Asep Erik Mulyana, 30; Diki Pernama, 20; dan Dedek Enjang, 25.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim

Copy Editor :

Kurir Narkoba: Bos di Australia, Kami Diupah Rp 20 Juta